• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Reses II Tahun 2026, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti Serap Aspirasi Warga Aren Jaya: UMKM, Pendidikan, Kesehatan hingga Penanganan DBD Jadi Sorotan

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 07 Juli 2026, 15:00 WIB Last Updated 2026-07-08T01:53:00Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Reses II Tahun 2026 di Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, serta kebutuhan yang diharapkan dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan daerah.

    Reses merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional anggota DPRD sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat di daerah pemilihan. Melalui kegiatan ini, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan secara langsung sehingga dapat diperjuangkan dalam pembahasan program maupun kebijakan pemerintah daerah.

    Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme, masyarakat Kelurahan Aren Jaya menyampaikan sejumlah aspirasi yang menyentuh berbagai sektor strategis. Mulai dari penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemberdayaan Karang Taruna melalui kegiatan positif dan produktif, peningkatan mutu pendidikan, optimalisasi pelayanan kesehatan di puskesmas, hingga upaya pencegahan dan penanganan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

    Dr. Hj. Evi Mafriningsianti menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan masukan penting dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPRD Kota Bekasi.

    Menurutnya, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, setiap usulan yang disampaikan dalam kegiatan reses akan dikaji dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah.

    "Reses menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang disampaikan hari ini merupakan bentuk partisipasi aktif warga dalam pembangunan Kota Bekasi dan akan kami bawa ke pembahasan di DPRD agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

    Salah satu isu yang menjadi perhatian warga adalah penguatan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Warga berharap pemerintah terus memperluas akses pelatihan, pendampingan usaha, pemasaran digital, hingga kemudahan memperoleh permodalan agar pelaku UMKM semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

    Selain itu, masyarakat juga mengusulkan agar Karang Taruna diberikan ruang yang lebih luas dalam berbagai program kepemudaan, seperti pelatihan keterampilan, kegiatan olahraga, seni budaya, kewirausahaan, hingga aksi sosial yang mampu membentuk generasi muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

    Dalam bidang pendidikan, warga mengharapkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.

    Sementara di sektor kesehatan, masyarakat menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan di puskesmas agar semakin cepat, mudah diakses, serta didukung dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai.

    Isu penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi salah satu pembahasan utama mengingat penyakit tersebut masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, terutama saat musim penghujan.

    Menanggapi aspirasi warga mengenai pelaksanaan fogging, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti memberikan penjelasan bahwa penyemprotan atau fogging memiliki prosedur dan ketentuan yang telah diatur oleh instansi kesehatan.

    Ia menjelaskan bahwa fogging tidak dapat dilakukan atas permintaan semata, melainkan hanya dilaksanakan oleh instansi yang berwenang apabila suatu wilayah memenuhi kriteria epidemiologis berdasarkan hasil penyelidikan dan rekomendasi dari petugas kesehatan.

    Selain fogging, upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta langkah pencegahan lainnya tetap menjadi strategi utama dalam mengendalikan penyebaran DBD.

    Di akhir kegiatan, Dr. Hj. Evi Mafriningsianti menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi masyarakat yang telah hadir serta menyampaikan berbagai aspirasi secara konstruktif.

    Ia berharap sinergi antara masyarakat, DPRD, dan Pemerintah Kota Bekasi terus terjalin dengan baik sehingga setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

    "Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi masyarakat Kelurahan Aren Jaya. Semoga kebersamaan ini terus terjaga sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Bekasi yang semakin maju, sejahtera, sehat, dan berdaya saing," tutupnya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +