Program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat keamanan sistem digital di lingkungan pendidikan nasional. Inisiatif tersebut juga menjadi implementasi Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dalam kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kemendikbudristek. Melalui Bug Bounty 2026, Pusdatin mendorong insan pendidikan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam menghadirkan solusi atas tantangan keamanan informasi.
Kompetisi ini terbuka bagi empat kategori peserta, yakni siswa SMA/SMK/MA dengan usia minimal 17 tahun, mahasiswa, guru, dan dosen. Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai ruang aman atau sandbox bagi peserta untuk mengeksplorasi teknik pengujian keamanan tanpa mengganggu layanan yang dimiliki Kemendikdasmen.
“Program Bug Bounty dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan passion di bidang keamanan siber menjadi prestasi yang membanggakan,” ujar Wibowo.
Pendaftaran peserta dibuka mulai 6 hingga 30 April 2026 melalui platform Aman Bersama di laman resmi https://amanbersama.kemendikdasmen.go.id. Selanjutnya, tahap pengujian akan berlangsung pada 1 hingga 22 Mei 2026.
Proses penilaian dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, aspek teknis memiliki bobot 70 persen dengan mengacu pada standar CVSS v3.1, sementara aspek pelaporan berbobot 30 persen. Kemudian pada tahap kedua, lima finalis dari masing-masing kategori akan mengikuti sesi wawancara dengan komposisi penilaian meliputi teknik pengujian sebesar 60 persen, kemampuan komunikasi 20 persen, dan orisinalitas 20 persen.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Anugerah Bug Bounty 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026.
Wibowo juga mengajak seluruh insan pendidikan yang memiliki minat di bidang keamanan siber untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk meningkatnya serangan ransomware dan phishing berbasis kecerdasan artifisial sepanjang tahun 2025.
Para pemenang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan, sertifikat yang tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), serta kesempatan untuk bergabung dalam komunitas Manggala Edu sebagai wadah pengembangan talenta keamanan siber di sektor pendidikan.
Sumber ; Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah


.png)






