Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat, Yudi Suseno, Bc.IP., S.Pd., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bekasi dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan pemasyarakatan serta pemenuhan hak-hak warga binaan. Selasa, (07/07/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Kehadiran Kepala Kantor Wilayah disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi, bersama jajaran pejabat struktural.
Rangkaian kunjungan diawali dengan peninjauan area pelayanan publik. Dalam kesempatan itu, Yudi Suseno memastikan seluruh layanan kepada masyarakat, termasuk layanan kunjungan, administrasi, dan informasi, berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan harus dilaksanakan secara cepat, mudah, transparan, akuntabel, serta mengedepankan integritas aparatur.
Monitoring ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap implementasi reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Selain memantau layanan publik, Kakanwil juga melakukan inspeksi langsung ke Dapur Sehat SHAKTI (Sehat, Higienis, Aman, Konsisten, Transparan, dan Inovatif) yang menjadi pusat penyelenggaraan makanan bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Bekasi.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses penyediaan makanan telah memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, kualitas gizi, serta ketentuan yang berlaku dalam sistem pemasyarakatan.
Yudi Suseno mengamati secara langsung seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga pendistribusian kepada warga binaan.
Ia juga berdialog dengan para petugas dapur guna memastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), dengan mengedepankan prinsip higienitas, keamanan pangan, transparansi, dan akuntabilitas.
Dalam arahannya kepada seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bekasi, Yudi Suseno menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik dan pemenuhan hak-hak warga binaan merupakan prioritas yang harus terus dijaga serta ditingkatkan.
Menurutnya, seluruh insan pemasyarakatan harus menjadikan pelayanan prima sebagai budaya kerja dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Pelayanan yang prima harus menjadi budaya kerja seluruh insan pemasyarakatan. Berikan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, dan berintegritas. Begitu pula dengan penyelenggaraan makanan, harus dipastikan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan sebagai bagian dari pemenuhan hak warga binaan," tegas Yudi Suseno.
Ia berharap komitmen tersebut dapat terus diwujudkan melalui peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, pengawasan internal yang efektif, serta inovasi pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Dedy Cahyadi, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Lapas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pengelolaan Dapur Sehat SHAKTI menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Bekasi dalam menyediakan makanan yang sehat, bergizi, higienis, dan aman bagi seluruh warga binaan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memastikan penyelenggaraan Dapur Sehat SHAKTI berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan," ujar Dedy Cahyadi.
Ia menambahkan bahwa evaluasi dan pembinaan yang dilakukan Kantor Wilayah menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik.
Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat ini diharapkan semakin memperkuat implementasi tata kelola pemasyarakatan yang profesional, modern, dan humanis.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, kualitas layanan publik, pemenuhan hak warga binaan, serta penyelenggaraan fasilitas pendukung seperti Dapur Sehat SHAKTI diharapkan terus meningkat, sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Red)


.png)
.png)


.jpeg)



