Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2013–2014, Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., hadir sebagai narasumber utama dalam Kajian Malam Rabuan yang mengangkat tema "Ideologi Pemikiran Bung Karno: Membumikan Polri dengan Pancasila". Kegiatan tersebut berlangsung di Nawang Center Kayuringin Kota Bekasi, Selasa malam (7/7/2026), dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, akademisi, aktivis, serta pemerhati kebangsaan.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog itu dipandu oleh Yusuf Belegur sebagai moderator, sementara Nawang Andi Kusuma, S.H., M.Kn. bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara.
Dalam paparannya, Komjen Pol (Purn) Oegroseno menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi landasan moral, etika, dan profesionalisme bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, tantangan kepolisian saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika sosial, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik. Oleh sebab itu, pendekatan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting agar institusi Polri tetap hadir sebagai penegak hukum yang humanis, berkeadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
"Polri harus kembali kepada roh pengabdian yang berlandaskan Pancasila. Ketika nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam setiap tindakan aparat, maka kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya," ujar Oegroseno di hadapan peserta kajian.
Kajian tersebut secara khusus mengulas pemikiran Ir. Soekarno (Bung Karno) mengenai Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa yang mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan.
Diskusi menyoroti bagaimana konsep kebangsaan Bung Karno tetap relevan dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam membangun institusi penegak hukum yang profesional, modern, dan berintegritas.
Para peserta juga diajak memahami bahwa nilai-nilai gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang menjadi inti Pancasila harus diwujudkan dalam praktik pelayanan publik, termasuk oleh aparat kepolisian.
Moderator Yusuf Belegur memandu jalannya diskusi secara dinamis. Berbagai pertanyaan dari peserta mengemuka, mulai dari tantangan reformasi Polri, penguatan budaya organisasi, hingga upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Oegroseno menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan tidak cukup hanya melalui perubahan regulasi atau struktur organisasi, tetapi juga membutuhkan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat sejak proses pembentukan anggota Polri hingga jenjang kepemimpinan.
Sebagai tuan rumah, Nawang Andi Kusuma, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa Kajian Malam Rabuan merupakan forum intelektual yang rutin digelar untuk menghadirkan tokoh-tokoh nasional dalam membahas isu strategis kebangsaan.
Menurutnya, tema mengenai ideologi Pancasila dipilih karena memiliki relevansi yang tinggi dengan kondisi bangsa saat ini.
"Kajian ini menjadi ruang bertukar pikiran agar nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan negara," ujarnya.
Puluhan peserta dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti diskusi hingga malam hari. Mereka memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih dalam pandangan Oegroseno mengenai masa depan Polri, tantangan penegakan hukum, hingga pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi sosial.
Suasana diskusi berlangsung akrab namun tetap kritis, mencerminkan semangat intelektual yang menjadi ciri khas Kajian Malam Rabuan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membangun kesadaran bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui forum seperti ini, para peserta memperoleh perspektif baru mengenai pentingnya menghadirkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam reformasi dan penguatan institusi Polri agar semakin profesional, modern, serta dipercaya masyarakat. (Bachtiar/Red)


.png)
.png)


.jpeg)



