• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    MUI Kota Bekasi Apresiasi Gerakan Bersih-Bersih Masjid GEBER MAS, Dorong Kebersihan Jadi Budaya

    Liputanbhagasasi
    Senin, 10 Agustus 2026, 12:30 WIB Last Updated 2026-08-10T13:28:12Z
    Ket.foto : Ketua MUI Kota Bekasi serahkan alat kebersihan sebagai simbolis kepada ketua DKM Masjid Agung Albarkah (Doc.cam)

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat berbagai kegiatan keumatan.

    Pelaksanaan GEBER MAS tingkat Kota Bekasi dipusatkan di Masjid Agung Al Barkah, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Kemenag Kota Bekasi, pengurus masjid, Kantor Urusan Agama (KUA), serta masyarakat.

    Ketua MUI Kota Bekasi KH Saifuddin Siroj mengatakan, kebersihan masjid merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana ibadah yang nyaman, tenang, dan khusyuk.

    Menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah tidak semestinya hanya dilakukan ketika ada program atau kegiatan tertentu. Kebersihan masjid harus menjadi budaya dan bagian dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara rutin.

    “Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan keumatan. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan masjid perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Saifuddin Siroj.

    Ia berharap pelaksanaan GEBER MAS dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan masjid di seluruh wilayah Kota Bekasi.

    Menurut Saifuddin, tanggung jawab menjaga kebersihan masjid bukan hanya berada di tangan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Peran jamaah dan masyarakat sekitar juga sangat diperlukan agar kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah dapat terus terjaga.

    “Yang paling penting adalah bagaimana gerakan ini bisa terus dilanjutkan. Jangan hanya bersih ketika ada kegiatan, tetapi kebersihan masjid menjadi bagian dari kesadaran dan tanggung jawab kita bersama,” katanya.

    Saifuddin juga mendorong agar gerakan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat.

    Menurutnya, semangat gotong royong yang dibangun melalui GEBER MAS hendaknya tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih masjid saja. Lebih jauh, gerakan tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan masyarakat dalam menjaga fasilitas serta lingkungan rumah ibadah.

    Masjid yang bersih dan nyaman, lanjutnya, akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas keagamaan. Selain ibadah harian, masjid dapat semakin optimal digunakan sebagai pusat pendidikan, kajian keislaman, pembinaan generasi muda, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Sebelumnya, Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Abdul Syakur mengatakan, pelaksanaan GEBER MAS diharapkan dapat menciptakan lingkungan masjid yang lebih bersih dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

    Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kemenag Kota Bekasi bersama berbagai elemen keagamaan dan masyarakat untuk memperkuat fungsi masjid.

    Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman untuk kegiatan pendidikan, kajian keagamaan, pembinaan masyarakat, serta aktivitas sosial dan keumatan.

    Melalui kolaborasi antara Kemenag, MUI, pengurus DKM, KUA, jamaah, dan masyarakat sekitar, gerakan menjaga kebersihan masjid diharapkan dapat dilakukan secara konsisten di berbagai wilayah Kota Bekasi.

    Dengan mengusung semangat “Masjid Bersih, Ibadah Nyaman, Masyarakat Sehat, Kota Bekasi Hebat!”, GEBER MAS diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat.

    Kebersihan masjid pada akhirnya bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang ibadah yang nyaman, sehat, dan mampu mendukung berbagai kegiatan keumatan di Kota Bekasi. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +