Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menggelar gerakan bersih-bersih masjid, Senin Pagi (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program nasional yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Di Kota Bekasi, kegiatan dipusatkan di Masjid Agung Al-Barkah dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi Drs. H. Abdul Syakur, M.Pd., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi Drs. KH. Saifuddin Siroj, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Al-Barkah Dr. KH. Nachrawi Subandi, MM.Pd., M.Si., serta Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi Nurul Akmal.
Gerakan bersih-bersih masjid tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kota Bekasi, para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan, pengurus DKM, hingga masyarakat dan jamaah.
Sebanyak 23 masjid dan musala di wilayah Kota Bekasi menjadi lokasi kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara gotong royong. Kegiatan tersebut menyasar berbagai bagian lingkungan rumah ibadah agar kondisi masjid dan musala tetap bersih, nyaman, serta mendukung aktivitas ibadah masyarakat.
Plt. Kepala Kemenag Kota Bekasi Abdul Syakur mengatakan, gerakan bersih-bersih masjid merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Agama.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Agama memiliki sejumlah program, salah satunya gerakan bersih-bersih masjid secara nasional,” ujar Abdul Syakur.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid.
Abdul Syakur menjelaskan, gerakan bersih-bersih masjid tersebut secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama melalui saluran Zoom dan diikuti secara serentak oleh jajaran Kementerian Agama mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kami di daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, secara serentak melaksanakan kegiatan gerakan bersih-bersih masjid. Tentu kami menyambut baik program ini sebagai bagian bagaimana masjid bisa menjadi salah satu sarana ibadah yang nyaman bagi umat Islam,” katanya.
Ia berharap kebersihan masjid dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mendukung kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Dengan bersihnya masjid, setidaknya masyarakat yang beribadah bisa lebih khusyuk dan tentu lebih nyaman dalam beribadah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Abdul Syakur menilai masjid memiliki fungsi yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.
Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, kajian keislaman, hingga berbagai aktivitas sosial masyarakat.
“Masjid ini kan fungsinya tidak hanya untuk kegiatan ibadah saja, tetapi juga bisa untuk kegiatan kajian-kajian. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan masjid menjadi hal yang penting,” jelasnya.
Karena itu, menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah tidak dapat hanya mengandalkan pengurus masjid. Keterlibatan jamaah dan masyarakat sekitar diperlukan agar kebersihan masjid dapat terjaga secara berkelanjutan.
Gerakan bersih-bersih masjid juga diharapkan mampu membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum dan rumah ibadah di lingkungan masing-masing.
Pelaksanaan gerakan bersih-bersih masjid di Kota Bekasi dilakukan secara serentak di 23 masjid dan musala.
Kegiatan tersebut melibatkan ASN Kemenag Kota Bekasi, jajaran kepala KUA dari seluruh kecamatan, pengurus DKM, serta masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan tanggung jawab seluruh umat.
Dengan lingkungan masjid yang bersih dan nyaman, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan positif.
Gerakan bersih-bersih masjid merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kemenag Kota Bekasi dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah diisi dengan tabur bunga dan ziarah ke makam pahlawan pada Sabtu (8/8/2026).
Ziarah tersebut dilakukan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Patriot Bangsa, Bulak Kapal, serta Taman Makam Pahlawan Nasional K.H. Noer Ali di Babelan.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di lingkungan Kementerian Agama Kota Bekasi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gerakan bersih-bersih masjid pada Senin (10/8/2026).
Sementara itu, puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 melalui upacara peringatan Hari Kemerdekaan.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Kota Bekasi berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gerakan bersih-bersih masjid menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan rumah ibadah yang bersih, sehat, nyaman, dan mampu menjadi pusat pembinaan serta kegiatan keumatan.
Dengan semangat gotong royong, Kemenag Kota Bekasi mendorong agar kepedulian terhadap kebersihan masjid tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilakukan oleh pengurus masjid, jamaah, dan masyarakat secara berkelanjutan. (Bachtiar)


.png)
.png)


.jpeg)



