• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Mengenal Tanda-Tanda Stres Berlebihan dan Cara Mengatasinya, Psikolog: Jangan Abaikan Gejala Sejak Dini

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 11 Juli 2026, 10:08 WIB Last Updated 2026-07-11T03:08:09Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Di tengah tuntutan pekerjaan, pendidikan, hingga kehidupan sosial yang semakin kompleks, stres menjadi kondisi yang hampir pernah dialami setiap orang. Meski merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan, stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

    Menurut psikolog (JN), stres pada dasarnya merupakan mekanisme alami tubuh dalam menghadapi tantangan atau tekanan. Dalam kadar yang wajar, stres justru dapat memberikan dorongan bagi seseorang untuk lebih fokus, meningkatkan motivasi, dan menyelesaikan berbagai persoalan.

    "Stres merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai tekanan, baik dari lingkungan kerja, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Dalam tingkat yang wajar, stres dapat menjadi motivasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, apabila tekanan tersebut berlangsung secara terus-menerus tanpa adanya pengelolaan yang baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres berlebihan," ujar psikolog (JN).

    Ia menjelaskan bahwa stres berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik, hubungan sosial, hingga produktivitas seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


    Apa Itu Stres Berlebihan?

    Secara medis dan psikologis, stres merupakan reaksi fisiologis maupun psikologis tubuh terhadap tuntutan atau tekanan yang dihadapi seseorang.


    Secara umum, stres terbagi menjadi dua jenis, yaitu:


    1. Stres Akut

    Stres akut bersifat sementara dan biasanya muncul ketika seseorang menghadapi situasi tertentu, seperti menghadapi ujian, presentasi, wawancara kerja, atau tenggat waktu yang ketat. Jenis stres ini umumnya akan mereda setelah situasi yang memicu tekanan berakhir.


    2. Stres Kronis

    Berbeda dengan stres akut, stres kronis berlangsung dalam waktu yang lama akibat tekanan yang terus-menerus, misalnya masalah pekerjaan, konflik keluarga, kesulitan ekonomi, atau beban hidup yang berkepanjangan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena berisiko memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.


    Psikolog menjelaskan bahwa setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda. Namun, beberapa tanda yang paling sering muncul meliputi:


    Gejala Emosional

    • Mudah marah atau tersinggung.
    • Merasa cemas berlebihan.
    • Sulit merasa tenang.
    • Mudah menangis.
    • Kehilangan motivasi.
    • Merasa putus asa atau tidak berdaya.


    Gejala Fisik

    • Sakit kepala berulang.
    • Nyeri otot atau leher.
    • Gangguan pencernaan.
    • Jantung berdebar.
    • Tubuh mudah lelah.
    • Sulit tidur atau justru tidur berlebihan.


    Gejala Kognitif

    • Sulit berkonsentrasi.
    • Mudah lupa.
    • Sulit mengambil keputusan.
    • Pikiran dipenuhi rasa khawatir secara terus-menerus.


    Gejala Perilaku

    • Menarik diri dari lingkungan sosial.
    • Nafsu makan meningkat atau menurun drastis.
    • Produktivitas menurun.
    • Mudah melakukan kesalahan dalam bekerja.
    • Lebih sering menunda pekerjaan.


    Apabila tidak ditangani dengan baik, stres berkepanjangan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.


    Di bidang kesehatan, stres kronis dapat meningkatkan risiko gangguan tidur, tekanan darah tinggi, penurunan daya tahan tubuh, hingga memperburuk penyakit yang sudah ada.


    Dalam kehidupan sosial, stres dapat memicu konflik dengan keluarga, pasangan, teman, maupun rekan kerja akibat perubahan emosi yang sulit dikendalikan.


    Sementara di lingkungan kerja atau pendidikan, stres berlebihan sering menyebabkan turunnya produktivitas, menurunnya kemampuan berpikir jernih, serta berkurangnya kualitas pengambilan keputusan.


    Psikolog (JN) menyarankan beberapa langkah sederhana namun efektif untuk membantu mengelola stres.


    1. Kenali Penyebab Stres

    Langkah pertama adalah memahami apa yang menjadi sumber tekanan sehingga solusi yang diambil lebih tepat sasaran.


    2. Kelola Waktu dengan Baik

    Menyusun jadwal harian dan menentukan prioritas pekerjaan dapat membantu mengurangi rasa kewalahan.


    3. Istirahat yang Cukup

    Tidur selama 7–9 jam setiap malam membantu tubuh dan otak melakukan pemulihan sehingga lebih siap menghadapi aktivitas.


    4. Rutin Berolahraga

    Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau berenang dapat membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.


    5. Konsumsi Makanan Bergizi

    Pola makan seimbang membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung fungsi otak dalam menghadapi tekanan.


    6. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

    Melakukan hobi, membaca buku, mendengarkan musik, atau beribadah dapat membantu pikiran menjadi lebih rileks.


    7. Bangun Dukungan Sosial

    Berbagi cerita dengan keluarga, sahabat, atau orang yang dipercaya sering kali mampu mengurangi beban pikiran dan memberikan sudut pandang baru terhadap masalah yang dihadapi.


    8. Konsultasi dengan Profesional

    Apabila stres berlangsung dalam waktu lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental merupakan langkah yang bijaksana.


    Psikolog (JN) mengingatkan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Mengenali gejala stres sejak dini menjadi langkah awal untuk mencegah dampak yang lebih serius.


    Dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu istirahat, serta tidak ragu mencari bantuan ketika diperlukan, setiap individu dapat mengelola stres secara lebih efektif.


    Stres memang merupakan bagian dari kehidupan. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, tekanan tersebut dapat diubah menjadi energi positif untuk berkembang, meningkatkan kemampuan diri, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, serta seimbang. (Aspira)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +