• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Festival Sakura Matsuri ke-13 Tahun 2026 Siap Digelar, Dispar Kabupaten Bekasi dan Jababeka Promosikan Harmoni Budaya Indonesia-Jepang

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 10 Juli 2026, 17:00 WIB Last Updated 2026-07-10T17:11:00Z

    Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Semangat kolaborasi budaya antara Indonesia dan Jepang kembali digaungkan melalui Konferensi Pers Festival Sakura Matsuri ke-13 Tahun 2026 yang digelar di Menara Batavia, Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan rangkaian agenda Festival Sakura Matsuri yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata budaya di Kabupaten Bekasi.

    Konferensi pers dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Hj. Mien Aminah, S.IP., M.M., Director PT Graha Buana Cikarang (Jababeka), Ivonne Anggraini, serta Chairman KAJI, Kang Fuad. Ketiganya menyampaikan komitmen bersama untuk menyukseskan penyelenggaraan Festival Sakura Matsuri ke-13 sebagai ajang yang mempererat hubungan budaya, investasi, dan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

    Dalam sambutannya, Hj. Mien Aminah menyampaikan bahwa Festival Sakura Matsuri bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi daerah.

    Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki hubungan yang erat dengan Jepang melalui keberadaan kawasan industri internasional, termasuk kawasan Jababeka yang menjadi rumah bagi ratusan perusahaan asal Jepang. Hubungan tersebut telah melahirkan berbagai bentuk kerja sama, termasuk di bidang sosial, budaya, pendidikan, hingga investasi.

    "Festival Sakura Matsuri merupakan momentum untuk memperkenalkan Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang terbuka, beragam, dan memiliki potensi besar di sektor pariwisata maupun investasi. Kami berharap festival ini dapat menarik lebih banyak wisatawan serta memperkuat hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang," ujar Hj. Mien Aminah.

    Director PT Graha Buana Cikarang (Jababeka), Ivonne Anggraini, menegaskan bahwa Festival Sakura Matsuri telah berkembang menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

    Menurutnya, kawasan Jababeka yang menjadi pusat aktivitas berbagai perusahaan multinasional, khususnya dari Jepang, memiliki tanggung jawab untuk terus membangun hubungan harmonis antara masyarakat Indonesia dan komunitas Jepang melalui berbagai kegiatan budaya.

    Festival Sakura Matsuri menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Selain menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, festival ini juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat lokal, pelaku usaha, komunitas, dan warga negara Jepang yang tinggal maupun bekerja di Kabupaten Bekasi.

    Sementara itu, Chairman KAJI, Kang Fuad, menyampaikan bahwa Festival Sakura Matsuri merupakan simbol persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara Indonesia dan Jepang.

    Ia berharap penyelenggaraan festival ke-13 ini dapat semakin memperkuat apresiasi masyarakat terhadap keberagaman budaya serta menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal budaya kedua negara.

    Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan Festival Sakura Matsuri sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Festival Sakura Matsuri tidak hanya menampilkan pertunjukan seni tradisional Indonesia dan Jepang, tetapi juga menjadi wadah promosi berbagai produk ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, hingga potensi pariwisata Kabupaten Bekasi.

    Melalui penyelenggaraan festival ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat internasional.

    Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perhotelan, transportasi, serta industri kreatif yang turut berpartisipasi dalam rangkaian acara.

    Festival Sakura Matsuri ke-13 Tahun 2026 menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat citra Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya, potensi pariwisata, dan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keberagaman.

    Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, PT Graha Buana Cikarang (Jababeka), KAJI, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, Festival Sakura Matsuri diharapkan kembali menjadi perayaan budaya berskala internasional yang mampu mempererat hubungan Indonesia dan Jepang, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi. (Novian)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +