• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Job Fair Kota Bekasi 2026 Sediakan Hingga 5.000 Lowongan Kerja, Disnaker Targetkan Tekan Angka Pengangguran

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 07 Juli 2026, 11:00 WIB Last Updated 2026-07-07T17:15:37Z


    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi kembali menggelar Job Fair Kota Bekasi 2026 dengan menyediakan hingga 5.000 lowongan kerja dari 50 perusahaan dan institusi. Kegiatan yang berlangsung pada 7–8 Juli 2026 di Mega Bekasi Hypermall, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.


    Selain menyediakan ribuan lowongan kerja untuk masyarakat umum, Job Fair tahun ini juga memberikan perhatian khusus kepada penyandang disabilitas dengan menyediakan 300 formasi pekerjaan yang dapat diakses secara inklusif.


    Pantauan awak media di lokasi menunjukkan ribuan pencari kerja telah memadati area Job Fair sejak pagi hari. Mereka berasal tidak hanya dari Kota Bekasi, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Kabupaten Bekasi, Jakarta Timur, Depok hingga Bogor.


    Para pelamar tampak mendatangi satu per satu stan perusahaan untuk mencari informasi mengenai posisi yang tersedia sekaligus menyerahkan lamaran secara digital melalui sistem yang telah disiapkan panitia.


    Sebanyak 50 perusahaan swasta dari berbagai sektor industri strategis ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya PT Pesta Pora Abadi (Mie Gacoan), Indomaret, Arnott's, Rejuve, Grab, Honda, serta puluhan perusahaan nasional lainnya.


    Tak hanya perusahaan, Job Fair Kota Bekasi 2026 juga menghadirkan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi dari Kementerian Ketenagakerjaan yang memberikan layanan informasi pelatihan vokasi, peningkatan kompetensi, hingga sertifikasi tenaga kerja.


    Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Dzikron, mengatakan penyelenggaraan Job Fair tahun ini berlangsung selama dua hari dengan jumlah perusahaan yang lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.


    "Kami mengadakan Job Fair tahun ini selama dua hari. Pada tahun ini memang kita menyediakan dari 50 perusahaan, institusi atau lembaga dengan jumlah lowongan kerja sampai 5.000. Kemudian kami juga alokasikan lowongan kerja untuk disabilitas sebanyak 300 orang," ujar Dzikron kepada awak media usai pembukaan kegiatan, Selasa (7/7/2026).


    Menurutnya, penyelenggaraan bursa kerja menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Bekasi dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung.


    Dzikron mengakui angka pengangguran di Kota Bekasi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Saat ini, tingkat pengangguran terbuka masih berada pada angka 7,32 persen.


    Karena itu, Disnaker terus berupaya menghadirkan berbagai program penempatan tenaga kerja, pelatihan keterampilan, hingga penyelenggaraan Job Fair secara berkala.


    "Saat ini kita masih di angka 7,32 persen. Dengan adanya Job Fair ini, harapan kami warga Kota Bekasi bisa mendapatkan pekerjaan sehingga angka pengangguran itu bisa turun," ungkapnya.


    Ia optimistis sistem pendaftaran digital yang diterapkan tahun ini akan mempermudah proses rekrutmen sekaligus meningkatkan jumlah pelamar.


    "Saya harap tetap bertambah, karena banyak pelamar yang memang sudah melakukan scan barcode yang disediakan dari flyer," tambahnya.


    Berbeda dengan pelaksanaan bursa kerja beberapa tahun sebelumnya, seluruh proses administrasi pada Job Fair 2026 dilakukan secara digital.


    Para pencari kerja cukup membawa dokumen persyaratan dalam format PDF yang tersimpan di telepon seluler masing-masing. Dengan demikian, pelamar tidak lagi diwajibkan membawa berkas fisik ataupun amplop cokelat.


    Sistem ini dinilai lebih praktis, efisien, ramah lingkungan, sekaligus mempercepat proses seleksi administrasi oleh perusahaan peserta.


    Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Ajis (51), pencari kerja asal Jakarta Timur yang merupakan penyandang disabilitas.


    Ajis menceritakan bahwa dirinya pernah berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia selama 12 tahun sebelum mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menggunakan kursi roda.


    Setelah itu, ia sempat bekerja di perusahaan komputer PT Axioo hingga memasuki masa pensiun.


    "Sebelumnya saya bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia, terus jatuh, pakai kursi roda, terus bekerja di PT Axioo. Karena sudah pensiun kemarin, jadi saya mencari kerja lagi," ujarnya.


    Meski telah pensiun, Ajis mengaku tetap bersemangat mencari peluang kerja baru. Untuk mengisi aktivitas sehari-hari, ia juga masih mengajar privat Bahasa Indonesia.


    "Harapannya semakin banyak peluang dan semakin banyak yang diterima kerja," tuturnya.


    Kisah Ajis menjadi gambaran bahwa semangat untuk berkarya tidak mengenal usia maupun keterbatasan fisik, terlebih ketika kesempatan kerja yang inklusif mulai semakin terbuka.


    Disnaker Kota Bekasi juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari luar Kota Bekasi untuk mengikuti Job Fair 2026.


    Dengan sistem digital berbasis scan barcode, proses pendaftaran menjadi lebih cepat sehingga peserta dapat langsung mengakses informasi lowongan dari seluruh perusahaan yang berpartisipasi.


    Pemerintah berharap penyelenggaraan Job Fair ini mampu memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


    Melalui ribuan lowongan yang tersedia serta keterlibatan puluhan perusahaan nasional, Job Fair Kota Bekasi 2026 diharapkan menjadi salah satu solusi nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. (Dani)

    Editor: Aspira
    Reporter: Dani

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +