Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi belum berhasil meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hasil tersebut menjadi perhatian publik mengingat kedua daerah tersebut merupakan kawasan strategis penyangga Jakarta dengan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang besar.
Dalam pengumuman pemenang Regional Jawa-Bali, sejumlah daerah lain berhasil meraih penghargaan pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Creative Financing, Pengendalian Inflasi, serta Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.
Berdasarkan data yang diumumkan, tidak terdapat nama Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi dalam daftar tiga besar penerima penghargaan pada seluruh kategori yang diperlombakan.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa daerah yang belum berhasil meraih penghargaan tidak perlu berkecil hati. Menurutnya, kompetisi antar daerah merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
"Bagi yang belum beruntung, ya, kita harap bisa terus bersaing, memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, masih ada dua putaran lagi. Kita akan bertemu dalam gelombang yang berikutnya," ujar Tito Karnavian.
Pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, penghargaan tingkat kabupaten diraih Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Jombang. Untuk kategori kota, penghargaan diberikan kepada Kota Magelang, Kota Surakarta, dan Kota Denpasar. Sementara tingkat provinsi diraih Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di kategori Creative Financing, Kabupaten Madiun menempati posisi pertama tingkat kabupaten, diikuti Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gianyar. Untuk tingkat kota, Kota Surabaya menjadi yang terbaik, disusul Kota Bogor dan Kota Semarang. Sedangkan DKI Jakarta dan Banten menjadi daerah terbaik tingkat provinsi.
Sementara pada kategori Pengendalian Inflasi, Kabupaten Garut berhasil meraih peringkat pertama tingkat kabupaten, diikuti Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Majalengka. Untuk tingkat kota, penghargaan diberikan kepada Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Probolinggo. Adapun Provinsi Bali menjadi yang terbaik pada kategori tersebut.
Pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Kabupaten Badung meraih posisi pertama tingkat kabupaten, diikuti Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan. Untuk tingkat kota, penghargaan diraih Kota Denpasar, Kota Surabaya, dan Kota Tangerang Selatan. Sedangkan Provinsi Bali dan Jawa Barat menjadi daerah terbaik tingkat provinsi.
Tidak masuknya Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dalam daftar penerima penghargaan dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan berbagai indikator pembangunan yang menjadi fokus penilaian pemerintah pusat.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam ajang tersebut meliputi keberhasilan menekan angka pengangguran, inovasi pembiayaan daerah, pengendalian inflasi, pengurangan angka kemiskinan, hingga percepatan penurunan prevalensi stunting.
Sebagai wilayah dengan tingkat urbanisasi yang tinggi dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat, Kota dan Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan pembangunan yang tidak ringan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas program pembangunan, efektivitas pelayanan publik, serta inovasi tata kelola pemerintahan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing daerah.
Meski belum berhasil meraih penghargaan pada putaran pertama Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali, peluang untuk memperbaiki capaian masih terbuka. Pernyataan Menteri Dalam Negeri yang menyebut masih adanya putaran berikutnya menjadi motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi sendiri menjadi salah satu instrumen evaluasi sekaligus penghargaan bagi pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, efektivitas program, dan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. (Bachtiar/Red)


.png)


.jpeg)



