• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    HIPMI Kota Bekasi: Ekonomi Stabil, Pengusaha Diminta Adaptif dan Tingkatkan Daya Saing

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 25 April 2026, 23:01 WIB Last Updated 2026-04-25T16:01:33Z

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi menilai kondisi ekonomi saat ini masih relatif stabil. Meski demikian, para pelaku usaha diingatkan agar tidak lengah dan terus meningkatkan kualitas diri maupun produk guna menghadapi persaingan yang semakin dinamis.

    Ketua Umum HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menegaskan bahwa tantangan ekonomi yang terus berkembang menuntut pengusaha untuk lebih adaptif dalam menjalankan usahanya. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci agar usaha tetap bertahan sekaligus berkembang.


    “Pelaku usaha harus mampu membaca peluang sekaligus mengevaluasi kekurangan, baik dari sisi pengetahuan, strategi pemasaran, maupun kualitas produk. Adaptasi menjadi hal mutlak di tengah perubahan ekonomi,” ujarnya.


    Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda organisasi HIPMI Kota Bekasi yang digelar selama dua hari. Kegiatan tersebut meliputi Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab), Forum Bisnis Cabang (Forbiscab), serta Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-III.


    Agenda ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga wadah untuk memperkuat jejaring bisnis serta meningkatkan kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.


    Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat kolaborasi dengan HIPMI. Ia menekankan pentingnya sinergi dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas.


    “Pemkot Bekasi siap bersinergi untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, termasuk mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM,” kata Tri.


    Sebagai bentuk konkret kolaborasi, HIPMI Kota Bekasi juga menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bekasi. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sistem usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.


    Farah menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program wajib organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Selain itu, forum bisnis yang digelar juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun sektor swasta.


    Dari sisi internal, HIPMI Kota Bekasi mencatat adanya peningkatan jumlah anggota dan pengurus yang cukup signifikan, dari sebelumnya 65 orang menjadi 102 orang. Peningkatan ini dinilai sebagai indikator tingginya minat generasi muda untuk terjun ke dunia usaha.


    Sementara itu, Wakil Ketua Umum HIPMI Kota Bekasi, Temi Hermanto, menyebut kondisi ekonomi nasional masih berada dalam kategori terkendali. Ia merujuk pada pandangan ekonom Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.


    “Secara umum, aktivitas usaha di Kota Bekasi masih berjalan normal. Kenaikan harga BBM belum berdampak signifikan terhadap operasional usaha,” ujarnya.


    Meski demikian, Temi mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah produk, khususnya di sektor UMKM. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas usaha secara keseluruhan.


    HIPMI Kota Bekasi menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi strategi utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika ekonomi. Dengan langkah tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini