Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat yang turut memanjatkan doa bagi para korban. Suasana haru menyelimuti lokasi kegiatan, di mana para peserta secara bersama-sama memohon agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selain mengikuti doa bersama, Wakil Wali Kota Bekasi juga turut melakukan prosesi tabur bunga di sekitar lokasi kejadian. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus bentuk empati dari pemerintah dan masyarakat terhadap para korban yang terdampak tragedi tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau langsung kondisi gerbong KRL yang terdampak kecelakaan. Terlihat gerbong telah ditutup dengan terpal sebagai bagian dari proses penanganan pascakejadian yang masih berlangsung.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Selain itu, kehadiran pemerintah daerah di lokasi juga menjadi bentuk perhatian dan tanggung jawab terhadap peristiwa yang terjadi di wilayah Kota Bekasi.
Di sisi lain, masyarakat yang hadir tampak larut dalam doa, menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kebersamaan antara pemerintah dan warga dalam momen tersebut mencerminkan kuatnya nilai kemanusiaan di tengah musibah.
Kegiatan doa bersama dan tabur bunga ini diharapkan dapat memberikan penguatan moral bagi keluarga korban, sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam transportasi publik. Pemerintah Kota Bekasi pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses pemulihan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Dani)


.png)


.jpeg)



