• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Direktur RSUD CAM Ambil Cuti Pasca Lebaran, Frits Saikat: Bertentangan Etika Pelayanan Publik

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 28 Maret 2026, 22:54 WIB Last Updated 2026-03-28T15:54:31Z
    Ket. Foto : Frits Saikat

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Keputusan Direktur Utama RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi yang diduga mengambil cuti tambahan pasca libur nasional Idulfitri 1447 Hijriah menuai sorotan tajam. Pengamat sosial sekaligus tokoh masyarakat Kota Bekasi, Frits Saikat, menilai langkah tersebut bertentangan dengan etika dan aturan pelayanan publik.

    Dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3/2026), Frits menyayangkan tindakan pimpinan rumah sakit daerah yang dinilai tidak sejalan dengan edaran Pemerintah Kota Bekasi, yang mewajibkan aparatur pelayanan publik untuk kembali aktif bekerja sesuai jadwal usai libur panjang.


    “Sebagai pimpinan di institusi kesehatan yang memiliki peran vital bagi masyarakat, tindakan seperti ini sangat disayangkan,” ujar Frits.


    Menurutnya, RSUD merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang harus siaga selama 24 jam, terlebih setelah periode libur panjang di mana kebutuhan layanan kesehatan masyarakat cenderung meningkat. Ia menegaskan bahwa aturan yang dikeluarkan pemerintah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk komitmen dalam menjamin kepastian pelayanan kepada masyarakat.


    “Keteladanan dari pimpinan adalah fondasi utama kedisiplinan seluruh jajarannya. Jika pucuk pimpinan sendiri tidak patuhi aturan, bagaimana bisa mengatur dan mengevaluasi kinerja bawahannya?” tegasnya.


    Frits juga menyoroti pentingnya kehadiran pimpinan dalam menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, kredibilitas pelayanan publik tidak hanya dibangun dari sistem, tetapi juga dari integritas dan kehadiran nyata para pejabat yang mengemban amanah.


    “Ini bukan hanya masalah absensi, melainkan tentang integritas jabatan publik. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang optimal, dan presensi pemimpin di posisinya adalah bagian dari tanggung jawab tersebut,” tambahnya.


    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan ini berpotensi menjadi preseden buruk apabila tidak ditangani secara serius. Frits mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.


    Ia juga meminta pihak manajemen RSUD CAM memberikan klarifikasi secara terbuka guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.


    “Kita berharap ada penjelasan resmi agar publik mendapatkan informasi yang utuh dan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan,” pungkasnya.


    Sebagai informasi, Frits Saikat dikenal sebagai aktivis kemanusiaan dan pengamat sosial yang telah lama berkiprah di Kota Bekasi. Ia aktif mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kalangan miskin dan anak jalanan. (Dika)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini