Promotor Ancol Championship, Nelson Nainggolan, menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kreativitas dan prestasi bagi generasi muda melalui olahraga tinju profesional.
Saat diwawancarai awak media LiputanBhagasasi.com usai konferensi pers yang digelar di resto ombak laut kawasan Ancol, Selasa siang (2/6/2026), Nelson berharap Ancol dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung perkembangan olahraga tinju di Indonesia. “Harapan saya Ancol bisa saling mewadahi acara tinju dan selalu mendukung kreativitas - kreativitas anak muda, memberikan ruang kepada mereka agar bisa berprestasi secara profesional,” ujar Nelson.
Menurut Nelson, para peserta yang akan bertanding dalam Ancol Championship 2026 telah menjalani persiapan secara serius sejak awal penandatanganan kontrak. Mereka menjalani program latihan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis, fisik, serta mental bertanding di level profesional. “Mereka dari awal setelah dikontrak sudah mempersiapkan diri. Pagi dan sore mereka latihan untuk membentuk mental dan kemampuan profesional,” tambahnya.
Ancol Championship 2026 akan menampilkan total 14 petinju profesional yang terbagi dalam 7 partai pertandingan. Setiap laga dipersiapkan untuk menghadirkan pertarungan yang kompetitif, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan hiburan berkualitas bagi para pecinta olahraga tinju.
Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet muda yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional.
Nelson menjelaskan bahwa proses pendaftaran peserta baru dibuka setelah pelaksanaan konferensi pers. Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut maupun mengikuti seleksi dapat mengakses informasi melalui pihak penyelenggara maupun kanal resmi Ancol.
“Pendaftaran baru dibuka setelah konferensi pers, sehingga jumlah peserta yang akan mendaftar masih belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Dukung Pendidikan dan Jalur Prestasi Siswa. Menariknya, Ancol Championship 2026 juga memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan. Pihak penyelenggara menyatakan kesiapan untuk menerbitkan sertifikat bagi siswa yang mengikuti kegiatan melalui sekolah sebagai bagian dari pengembangan prestasi non-akademik.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu jalur pendukung bagi para pelajar yang ingin mengembangkan bakat olahraga sekaligus memperoleh pengakuan prestasi yang dapat dimanfaatkan dalam jenjang pendidikan berikutnya. “Kegiatan ini juga menjadi penunjang untuk pendidikan sekolah. Kami siap mengeluarkan sertifikat bagi siswa yang ingin mendaftarkan sekolah melalui jalur prestasi,” tutup Nelson.
Sementara itu, Ketua Umum Ancol Championship, Suardi, menegaskan bahwa penyelenggaraan Ancol Championship merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada pertandingan semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, disiplin, dan mental juara bagi generasi muda Indonesia.
“Ancol Championship hadir sebagai wadah untuk melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang memiliki semangat juang tinggi. Kami ingin memberikan kesempatan yang luas kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih prestasi di dunia olahraga, khususnya tinju profesional,” ujar Suardi.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan, komunitas olahraga, dan masyarakat, sangat diperlukan agar pembinaan atlet muda dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya Ancol Championship 2026, kawasan Ancol semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi yang menggabungkan unsur hiburan, olahraga, pariwisata, dan pengembangan bakat generasi muda.
Kejuaraan ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas, meningkatkan gairah olahraga tinju nasional, sekaligus melahirkan bibit-bibit petinju Indonesia yang siap bersaing di berbagai ajang bergengsi. Melalui kolaborasi antara dunia olahraga, pendidikan, dan industri pariwisata, Ancol Championship 2026 diyakini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi atlet Indonesia yang profesional, berprestasi, dan berdaya saing global. (Bachtiar/Red)


.png)
.png)


.jpeg)



