• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Peparpeda Kota Bekasi Jadi Panggung Atlet Pelajar Disabilitas Berprestasi, Wawali Tegaskan Komitmen Kota Inklusif

    Liputanbhagasasi
    Kamis, 06 Agustus 2026, 16:30 WIB Last Updated 2026-08-09T02:48:02Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) Kota Bekasi kembali menjadi panggung bagi lahirnya atlet-atlet pelajar disabilitas berprestasi. Ajang olahraga pelajar disabilitas tersebut menjadi momentum penting dalam memberikan ruang yang setara bagi siswa-siswi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi sekaligus mengukir prestasi di bidang olahraga.

    Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah mengikuti kompetisi dengan penuh semangat, kerja keras, disiplin, dan dedikasi.

    Peparpeda Kota Bekasi diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bekasi. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet paralimpik yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kota Bekasi pada ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional.

    Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa Peparpeda memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan olahraga.

    Menurutnya, penyelenggaraan Peparpeda menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun lingkungan yang inklusif, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat, serta memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam memperoleh ruang untuk berkembang.

    “Pekan Paralimpik Pelajar Daerah menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kita dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri bangsa untuk berprestasi serta mewujudkan kota yang nyaman untuk siapapun,” ungkap Bobihoe.

    Ia menilai keberadaan ajang olahraga khusus pelajar disabilitas sangat penting untuk memberikan ruang aktualisasi bagi para peserta. Melalui kompetisi yang sehat, para atlet dapat mengembangkan kemampuan, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus belajar mengenai sportivitas dan kerja keras.

    Bobihoe juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang berpartisipasi dalam Peparpeda.

    Menurutnya, para peserta telah menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Justru melalui semangat, disiplin, dan ketekunan, para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

    “Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh atlet paralimpik pelajar yang mengikuti pertandingan. Kalian adalah generasi hebat, berani, dan inspiratif. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, ketahanan mental, dan kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi tantangan,” ujarnya.

    Pesan tersebut menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus mengembangkan potensi, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam pendidikan dan kehidupan sosial.

    Peparpeda juga memiliki fungsi strategis sebagai wadah pembinaan atlet usia pelajar. Melalui kompetisi tersebut, potensi atlet muda dapat dipantau dan dikembangkan secara berkelanjutan.

    Para atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi dalam Peparpeda diharapkan dapat memperoleh pembinaan lebih lanjut sehingga mampu melanjutkan perjalanan prestasinya ke tingkat yang lebih tinggi.

    Pemerintah Kota Bekasi pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan olahraga disabilitas. Dukungan tersebut diperlukan agar para atlet memiliki kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan dan memperoleh program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

    Abdul Harris Bobihoe menilai keberhasilan penyelenggaraan Peparpeda juga menjadi salah satu indikator berkembangnya pembinaan olahraga disabilitas di Kota Bekasi.

    Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang melibatkan pemerintah, sekolah, pelatih, keluarga, organisasi olahraga, serta masyarakat.

    Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang mampu memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas untuk berkembang secara maksimal.

    Dukungan tersebut diharapkan dapat membawa atlet-atlet pelajar Kota Bekasi untuk bersaing tidak hanya pada level daerah, tetapi juga di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.

    Lebih jauh, Bobihoe menegaskan bahwa investasi dalam pembinaan atlet disabilitas memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pencapaian medali.

    Pembinaan olahraga dapat membantu membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, memiliki ketahanan mental, percaya diri, dan mampu berkompetisi secara sehat.

    “Investasi pada pembinaan atlet disabilitas bukan hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang mandiri, berdaya saing, serta memperkuat citra Kota Bekasi sebagai kota yang inklusif dan maju,” tegasnya.

    Melalui Peparpeda, Pemerintah Kota Bekasi berharap semakin banyak atlet pelajar disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaiknya.

    Semangat para atlet dalam mengikuti kompetisi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi.

    Dengan penguatan pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan, Kota Bekasi diharapkan semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kesetaraan, inklusivitas, dan kesempatan yang sama bagi seluruh warganya. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +