• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Dugaan Pencemaran Kali Cileungsi Mengalir ke Kota Bekasi, DLH Temukan Sejumlah Parameter Air Melampaui Baku Mutu

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 07 Agustus 2026, 15:00 WIB Last Updated 2026-08-09T04:06:22Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Dugaan pencemaran di Kali Cileungsi kini menjadi perhatian serius setelah indikasi pencemaran disebut telah mengalir hingga wilayah Kota Bekasi. Temuan tersebut diperoleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi setelah melakukan investigasi lapangan, pengambilan sampel, serta pengujian kualitas air di sejumlah titik.

    Penelusuran dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang sebelumnya diberitakan oleh media daring pada 19 Juli 2026. Untuk memastikan kondisi badan air dan menelusuri arah penyebaran dugaan pencemaran, DLH Kota Bekasi menerjunkan Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Pasukan Katak, serta UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan pengujian laboratorium, sekaligus menentukan langkah penanganan bersama instansi terkait.

    Pengambilan sampel kualitas air dilakukan di Kali Cileungsi pada 20 Juli 2026 dan dilanjutkan di Kali Bekasi pada 22 Juli 2026.

    Selain pengambilan sampel, tim DLH Kota Bekasi juga melakukan pemantauan lanjutan pada 27 dan 30 Juli 2026. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui pergerakan aliran air serta menelusuri sejauh mana dugaan pencemaran telah menyebar ke wilayah hilir.

    Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengungkapkan bahwa hasil pengujian laboratorium menunjukkan adanya penurunan kualitas air pada sejumlah parameter.

    Beberapa parameter yang teridentifikasi melampaui baku mutu antara lain Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.

    Parameter-parameter tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kondisi kualitas air dan menunjukkan adanya persoalan pencemaran pada badan air yang perlu ditindaklanjuti.

    Selain hasil pengujian laboratorium, tim DLH Kota Bekasi juga menemukan indikasi perubahan kondisi fisik air di lapangan.

    Di sekitar Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, petugas menemukan kondisi air yang tampak berwarna hitam dan disertai bau menyengat.

    Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pemantauan untuk menelusuri arah aliran dan kemungkinan penyebaran dugaan pencemaran dari wilayah hulu menuju wilayah hilir.

    Pemantauan berikutnya menunjukkan bahwa aliran air yang diduga tercemar telah memasuki kawasan Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

    Dari kawasan tersebut, aliran kemudian mengarah hingga Delta Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas air di Kali Cileungsi dan Kali Bekasi tidak dapat dilihat hanya berdasarkan batas wilayah administrasi. Penanganannya membutuhkan koordinasi lintas daerah karena aliran sungai secara alami melewati beberapa wilayah pemerintahan.

    Menyikapi temuan tersebut, DLH Kota Bekasi langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

    Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, DLH Provinsi Jawa Barat, serta DLH Kabupaten Bogor.

    Langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan dugaan pencemaran dapat dilakukan secara terpadu, terutama karena dugaan sumber awal pencemaran berada di wilayah Kabupaten Bogor sementara dampaknya berpotensi mengalir ke wilayah Kota Bekasi.

    Koordinasi lintas wilayah menjadi penting untuk memastikan sumber pencemaran dapat ditelusuri dan ditangani dari hulu, bukan hanya melakukan penanganan ketika dampaknya sudah berada di wilayah hilir.

    Berdasarkan hasil penelusuran sementara, dugaan sumber awal pencemaran berada di wilayah Kabupaten Bogor.

    Karena itu, DLH Kota Bekasi berharap pemerintah daerah terkait dapat segera melakukan langkah sesuai kewenangan untuk menelusuri dan menghentikan sumber pencemaran apabila terbukti berasal dari aktivitas tertentu di wilayah tersebut.

    Upaya penghentian sumber pencemaran dinilai penting untuk mencegah dampak yang semakin meluas ke wilayah hilir, khususnya kawasan yang berada di sepanjang aliran Kali Bekasi.

    Penanganan dari sumber juga diperlukan agar kualitas air dapat dipulihkan secara bertahap dan tidak terus mengalami penurunan akibat masuknya bahan pencemar secara berulang.

    DLH Kota Bekasi memastikan pemantauan kualitas air akan terus dilakukan secara berkala. Pengawasan akan dilakukan dengan melibatkan tim teknis serta berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup di tingkat provinsi, kabupaten, maupun pemerintah pusat.

    Selain pemantauan lapangan, pengujian kualitas air juga menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi badan air dan perkembangan pencemaran.

    DLH Kota Bekasi juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan persoalan tersebut.

    Masyarakat di sekitar aliran sungai diharapkan turut berperan dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran atau perubahan kondisi air yang mencurigakan.

    Persoalan dugaan pencemaran Kali Cileungsi hingga Kali Bekasi menjadi pengingat bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan kerja sama lintas wilayah. Sungai tidak mengenal batas administratif sehingga perlindungan kualitas air juga membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

    Dengan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi, diharapkan sumber pencemaran dapat segera ditemukan dan ditangani sehingga kualitas air Kali Cileungsi dan Kali Bekasi dapat terjaga serta risiko terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah hilir dapat diminimalkan. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +