• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Reses II DPRD Kota Bekasi 2026, Dariyanto Serap Aspirasi Warga Margahayu: SMP Negeri Baru, Penanganan Banjir hingga CCTV Jadi Prioritas

    Liputanbhagasasi
    Minggu, 12 Juli 2026, 15:42 WIB Last Updated 2026-07-12T08:42:34Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Dariyanto, S.Kom., M.Pd., kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam rangka Reses II Masa Jabatan 2024–2029 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, pada Minggu (12/07/2026) tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan dan pelayanan publik.

    Kehadiran Dariyanto disambut hangat oleh warga, jajaran pengurus RT dan RW, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lingkungan yang memanfaatkan momentum reses untuk berdialog secara terbuka mengenai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Dalam sambutannya, Dariyanto menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat secara langsung agar dapat diperjuangkan dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

    "Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami inventarisasi dan perjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD Kota Bekasi agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga," ujarnya.

    Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah kebutuhan pembangunan satu unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kelurahan Margahayu.

    Menurut warga, keberadaan sekolah negeri tambahan sangat dibutuhkan mengingat meningkatnya jumlah penduduk serta tingginya kebutuhan akses pendidikan yang terjangkau bagi anak-anak di wilayah tersebut.

    Masyarakat berharap pemerintah dapat menjadikan pembangunan SMP Negeri sebagai salah satu prioritas agar akses pendidikan semakin merata dan tidak membebani orang tua dengan keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

    Persoalan banjir juga menjadi isu utama dalam dialog bersama masyarakat. Warga dari RW 14, RW 15, dan kawasan Jalan Jati 1 mengusulkan percepatan penanganan banjir melalui perbaikan sistem drainase serta pembangunan sumur resapan di sejumlah titik rawan genangan.


    Menurut masyarakat, ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, beberapa kawasan masih kerap mengalami genangan yang mengganggu aktivitas warga serta berpotensi merusak fasilitas lingkungan.


    Dariyanto menyatakan bahwa persoalan drainase dan pengendalian banjir menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang akan menjadi perhatian dalam pembahasan program pembangunan bersama pemerintah daerah.


    Selain persoalan pendidikan dan banjir, masyarakat juga berharap adanya percepatan realisasi fasilitas umum (fasum) berupa taman bermain anakKeberadaan ruang terbuka yang ramah anak dinilai penting sebagai sarana rekreasi, interaksi sosial, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak di lingkungan permukiman.


    Warga berharap taman bermain dapat menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.


    Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga mengusulkan penambahan sekitar 10 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi yang masih minim pencahayaan.


    Menurut warga, penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama pada malam hari. Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian warga yang berharap adanya peningkatan sistem pengangkutan, pengelolaan, serta edukasi mengenai kebersihan lingkungan agar kawasan permukiman tetap bersih dan sehat.


    Aspek keamanan lingkungan turut menjadi perhatian dalam reses kali ini. Warga RW 15 mengusulkan pengadaan kamera CCTV sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat.


    Sementara itu, warga RW 19 berharap pemerintah segera membangun zebra cross di kawasan Stasiun Bekasi Timur.


    Menurut mereka, tingginya mobilitas penumpang dan pengguna jalan di sekitar stasiun memerlukan fasilitas penyeberangan yang lebih aman untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.


    Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dariyanto menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif.


    Ia menegaskan bahwa seluruh usulan akan dihimpun sebagai bahan pembahasan di DPRD Kota Bekasi dan dikawal bersama Pemerintah Kota Bekasi sesuai dengan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.


    Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan serta mengawasi pelaksanaan program pembangunan.


    Melalui Reses II Masa Jabatan 2024–2029 Tahun 2026 ini, Dariyanto berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan di Kelurahan Margahayu dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.


    Dengan adanya forum reses ini, diharapkan berbagai aspirasi mulai dari pembangunan SMP Negeri baru, penanganan banjir, penyediaan ruang terbuka hijau, peningkatan penerangan jalan, penguatan keamanan lingkungan, hingga keselamatan pengguna jalan dapat diwujudkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bekasi Timur. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +