Persoalan banjir juga menjadi isu utama dalam dialog bersama masyarakat. Warga dari RW 14, RW 15, dan kawasan Jalan Jati 1 mengusulkan percepatan penanganan banjir melalui perbaikan sistem drainase serta pembangunan sumur resapan di sejumlah titik rawan genangan.
Menurut masyarakat, ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, beberapa kawasan masih kerap mengalami genangan yang mengganggu aktivitas warga serta berpotensi merusak fasilitas lingkungan.
Dariyanto menyatakan bahwa persoalan drainase dan pengendalian banjir menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang akan menjadi perhatian dalam pembahasan program pembangunan bersama pemerintah daerah.
Selain persoalan pendidikan dan banjir, masyarakat juga berharap adanya percepatan realisasi fasilitas umum (fasum) berupa taman bermain anak. Keberadaan ruang terbuka yang ramah anak dinilai penting sebagai sarana rekreasi, interaksi sosial, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak di lingkungan permukiman.
Warga berharap taman bermain dapat menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga mengusulkan penambahan sekitar 10 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa lokasi yang masih minim pencahayaan.
Menurut warga, penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama pada malam hari. Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian warga yang berharap adanya peningkatan sistem pengangkutan, pengelolaan, serta edukasi mengenai kebersihan lingkungan agar kawasan permukiman tetap bersih dan sehat.
Aspek keamanan lingkungan turut menjadi perhatian dalam reses kali ini. Warga RW 15 mengusulkan pengadaan kamera CCTV sebagai langkah pencegahan terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, warga RW 19 berharap pemerintah segera membangun zebra cross di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
Menurut mereka, tingginya mobilitas penumpang dan pengguna jalan di sekitar stasiun memerlukan fasilitas penyeberangan yang lebih aman untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Dariyanto menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstruktif.
Ia menegaskan bahwa seluruh usulan akan dihimpun sebagai bahan pembahasan di DPRD Kota Bekasi dan dikawal bersama Pemerintah Kota Bekasi sesuai dengan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan serta mengawasi pelaksanaan program pembangunan.
Melalui Reses II Masa Jabatan 2024–2029 Tahun 2026 ini, Dariyanto berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan di Kelurahan Margahayu dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan adanya forum reses ini, diharapkan berbagai aspirasi mulai dari pembangunan SMP Negeri baru, penanganan banjir, penyediaan ruang terbuka hijau, peningkatan penerangan jalan, penguatan keamanan lingkungan, hingga keselamatan pengguna jalan dapat diwujudkan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bekasi Timur. (Red)


.png)


.jpeg)



