Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, meninjau langsung kondisi Jalan Raya Cikarang–Bekasi Laut (CBL) yang mengalami longsor di empat titik pada Rabu (8/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan penanganan darurat telah dilakukan sehingga akses jalan yang sebelumnya terdampak kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Peninjauan dilakukan bersama Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dwi Budi Wahyuningsih, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kehadiran jajaran pemerintah dan unsur Forkopimda di lokasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan kondisi infrastruktur yang terdampak dapat segera ditangani agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Di sela peninjauan, Asep Surya Atmaja menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan penanganan awal di lokasi longsor untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi jalan masih bersifat sementara sehingga para pengguna jalan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Perbaikan permanen akan segera dibangun dalam waktu dekat setelah seluruh tahapan anggaran sesuai dengan ketentuan. Yang terpenting saat ini akses masyarakat sudah mulai dapat digunakan kembali," ujar Asep Surya Atmaja.
Menurutnya, langkah darurat yang dilakukan merupakan prioritas agar mobilitas masyarakat tidak terhenti, sembari menunggu dimulainya pekerjaan konstruksi permanen.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Surya Atmaja juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas akibat kondisi Jalan KH Asmawi di jalur CBL, tepatnya di Desa Kalijaya, Kecamatan Cibitung, yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik.
Ia mengakui kerusakan jalan memberikan dampak terhadap aktivitas harian masyarakat, namun pemerintah daerah terus berupaya melakukan percepatan penanganan.
"Kami mengerti kondisi jalan seperti ini mengganggu aktivitas warga. Namun kami tidak tinggal diam dan terus bekerja cepat agar perbaikan segera dilakukan," katanya.
Selain meninjau lokasi longsor, rombongan juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Jembatan BSH yang berada di jalur CBL.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, pemerintah menyatakan jembatan tersebut masih dalam kondisi layak digunakan oleh masyarakat.
Asep Surya Atmaja mengatakan informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi jembatan dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Kami sudah melihat langsung kondisi jembatan. Ternyata keadaannya tidak terlalu parah dan masih baik. Saya mohon kepada seluruh masyarakat untuk bersabar karena dalam waktu dekat jalan-jalan yang berlubang maupun rusak akan segera kami perbaiki," ujarnya.
Plt Bupati Bekasi menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang menyelesaikan proses penyesuaian harga satuan pekerjaan sebagai tindak lanjut kenaikan harga sejumlah material konstruksi, seperti semen, besi, dan pasir.
Setelah proses administrasi dan penyesuaian anggaran tersebut selesai, pekerjaan perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya akan segera dimulai sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengungkapkan terdapat empat titik longsor di sepanjang jalur CBL, yaitu tiga titik di Desa Kertamukti dan satu titik di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung.
Menurutnya, penanganan sementara telah berhasil membuka kembali akses kendaraan, meskipun penyempurnaan masih akan dilakukan melalui pekerjaan permanen.
"Hari ini jalan sudah bisa dilewati walaupun belum maksimal. Setelah proses penyesuaian anggaran selesai, insya Allah akan segera dirapikan dan diperbaiki sehingga layak dilalui oleh seluruh pengguna jalan," jelasnya.
Sementara itu, Inspektur IV pada Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Dwi Budi Wahyuningsih, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan infrastruktur di Kabupaten Bekasi.
Ia menjelaskan seluruh pekerjaan penanganan jalan, jembatan, maupun titik longsor telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Tahun Anggaran 2026.
"Yang terjadi di Bekasi bukan berarti pemerintah tidak hadir, tetapi pemerintah sedang menjalankan seluruh proses. Semua sudah dianggarkan dalam APBD Murni 2026 dan insya Allah mulai minggu depan pelaksanaannya dapat segera berjalan," ujar Dwi.
Menurutnya, proses pembangunan harus mengikuti mekanisme administrasi dan penganggaran yang berlaku agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan serta menghasilkan kualitas pekerjaan yang optimal.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan perbaikan jalan, jembatan, serta penanganan titik-titik longsor akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, kualitas konstruksi, dan keberlanjutan infrastruktur.
Dengan dimulainya penanganan permanen dalam waktu dekat, diharapkan kondisi Jalan Raya Cikarang–Bekasi Laut (CBL) dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai salah satu jalur strategis yang menghubungkan berbagai kawasan di Kabupaten Bekasi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan yang masih dalam proses penanganan serta mendukung kelancaran pekerjaan agar perbaikan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan. (Angga)


.png)


.jpeg)



