Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan batik asli Indonesia melalui Pagelaran Seni Batik Puspa Nuswantara 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, menjadi wadah kolaborasi antara perajin, pelaku UMKM, pengusaha, kolektor, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat pecinta batik dari seluruh Indonesia.
Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia menghadirkan 168 peserta yang berasal dari berbagai sentra batik Nusantara. Melalui penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan transaksi sebesar Rp20 miliar dengan jumlah kunjungan mencapai 25.000 pengunjung, sekaligus memperkuat daya saing industri batik nasional di tengah persaingan industri fesyen global.
Mengangkat tema "Rupa Makna Tambal Nuswantara", Puspa Nuswantara 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk batik, tetapi juga menghadirkan edukasi mengenai filosofi, sejarah, serta kekayaan motif batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Tema tersebut dipilih sebagai bentuk penguatan terhadap upaya pelestarian batik asli Indonesia di tengah maraknya produk tekstil bermotif batik hasil printing yang semakin banyak beredar di pasaran.
Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia, Komarudin Kudiya menegaskan bahwa Puspa Nuswantara bukan sekadar pameran perdagangan, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang berpihak kepada batik asli Indonesia.
"Batik bukan hanya produk ekonomi, tetapi identitas budaya bangsa. Melalui pameran berskala nasional seperti ini, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan perajin dengan pasar sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin memahami nilai, proses, dan filosofi batik asli Indonesia," ujar Komarudin saat ditemui di lokasi pameran, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, edukasi menjadi salah satu misi utama APPBI dalam menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya bangsa.
"Kami ingin masyarakat semakin memahami perbedaan batik tulis, batik cap, batik kombinasi dengan produk printing," tambahnya.
Prosesi pembukaan Puspa Nuswantara 2026 secara resmi dilakukan oleh Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Pratikno memberikan apresiasi terhadap konsistensi APPBI dalam menjaga eksistensi batik Indonesia yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO World Heritage Centre sejak tahun 2009.
Menurutnya, batik tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan perajin, pelaku UMKM, hingga industri kreatif di berbagai daerah.
"Batik harus terus kita pertahankan sejak diakui UNESCO tahun 2009. Sebagai warisan budaya luhur bangsa, batik bukan hanya mencerminkan budaya bangsa tetapi juga menghidupi usaha perajin maupun pelaku usaha," tegas Pratikno.
Opening Ceremony Puspa Nuswantara 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional yang memiliki perhatian terhadap pengembangan industri kreatif dan pelestarian budaya Indonesia.
Di antaranya adalah Reni Yanita selaku Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Yuke Sri Rahayu, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, serta Gita Pratama Kartasasmita.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap upaya pelestarian batik sebagai identitas budaya bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional.
Selain menjadi ajang promosi dan transaksi bisnis, Puspa Nuswantara 2026 juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat dalam menjaga keberlanjutan industri batik Indonesia.
Di tengah tantangan globalisasi dan berkembangnya industri tekstil modern, APPBI berharap masyarakat semakin mencintai serta mengutamakan penggunaan batik asli karya perajin Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha para pembatik sekaligus mempertahankan warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. (Red)


.png)


.jpeg)



