• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Usai Pecat 3 Pimpinan BGN, Prabowo Tegas: “Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri”

    Liputanbhagasasi
    Rabu, 03 Juni 2026, 21:00 WIB Last Updated 2026-06-04T07:01:50Z
    Ket.foto : Presiden RI ke 8 bersuara

    Liputanbhagasasi.com - Bogor, Kantor Berita LBN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam memberantas korupsi dan memastikan setiap rupiah uang negara digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Penegasan tersebut disampaikan setelah pemerintah mengambil langkah tegas dengan mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat, termasuk pejabat tinggi negara.

    “Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para peserta acara.

    Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen menjalankan prinsip pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta penyalahgunaan kewenangan.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengambil keputusan untuk memberhentikan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis.

    Ketiga pejabat tersebut adalah:

    • Dadan Hindayana, mantan Kepala Badan Gizi Nasional.
    • Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN.
    • Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN.
    Langkah pencopotan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga integritas pelaksanaan program strategis nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.

    Belakangan, Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025–2026.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

    Program tersebut mendapatkan dukungan anggaran yang sangat besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahun 2025, anggaran program mencapai lebih dari Rp85 triliun dan meningkat signifikan pada tahun 2026.

    Karena menyangkut kepentingan jutaan anak Indonesia, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap pelaksanaan program harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sistem pengawasan internal serta mendukung penuh aparat penegak hukum dalam mengusut setiap dugaan tindak pidana korupsi.

    Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disediakan negara, tetapi juga oleh integritas para penyelenggara negara yang mengelolanya.

    Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari program-program yang diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat.

    "Pemerintah harus memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan, pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan program kesejahteraan yang berkualitas," menjadi semangat yang terus digaungkan dalam berbagai agenda pemerintahan.

    Sikap tegas Presiden Prabowo mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai langkah cepat mencopot pejabat yang diduga terlibat korupsi menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik.

    Kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional juga menjadi peringatan bahwa program strategis nasional harus diawasi secara ketat agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang ingin memperkaya diri sendiri.

    Dengan langkah tegas tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia dan menciptakan masa depan bangsa yang lebih sehat, cerdas, serta berdaya saing tinggi. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini