• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Pengusaha Tour & Travel Teriak, Harga Tiket Melambung Tinggi Ancam Industri Pariwisata

    Liputanbhagasasi
    Kamis, 07 Mei 2026, 22:18 WIB Last Updated 2026-05-07T15:18:09Z
    Ket.foto : Ilustrasi

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Sejumlah pelaku usaha tour & travel mengeluhkan lonjakan harga tiket transportasi yang dinilai semakin memberatkan masyarakat sekaligus mengancam keberlangsungan industri perjalanan wisata. Kenaikan harga tiket pesawat berdampak langsung terhadap penurunan minat masyarakat untuk bepergian maupun menggunakan jasa agen perjalanan.

    Keluhan tersebut disampaikan para pengusaha travel di tengah kondisi industri pariwisata yang saat ini masih berupaya bangkit dan menstabilkan kembali pasar market Domestik dan Internasional serta tekanan ekonomi global. Mereka menilai harga tiket yang terus melambung membuat masyarakat berpikir ulang untuk melakukan perjalanan wisata, baik domestik maupun luar daerah.


    Sekretaris Jenderal PPWB (Paguyuban Pelaku Wisata Bekasi), Bachtiar Irvanda, mengatakan kondisi saat ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha wisata dan perjalanan di daerah. Menurutnya, tingginya harga tiket membuat banyak masyarakat menunda bahkan membatalkan rencana perjalanan.


    “Calon wisatawan sekarang lebih selektif karena biaya perjalanan meningkat tajam. Harga tiket yang melambung tinggi sangat berdampak terhadap penjualan paket wisata dan okupansi perjalanan,” ujar Bachtiar Irvanda, Kamis (7/5/2026).


    Ia menjelaskan, kenaikan harga tiket pesawat menjadi faktor utama yang memengaruhi industri tour & travel. Tidak sedikit agen perjalanan yang harus melakukan penyesuaian harga paket wisata agar tetap dapat bertahan di tengah kondisi pasar yang lesu.


    “Kalau tiket mahal, otomatis harga paket ikut naik. Sementara daya beli masyarakat saat ini juga sedang menurun. Ini menjadi tantangan besar bagi pelaku wisata,” katanya.


    Selain tiket pesawat, kenaikan harga akomodasi, bahan bakar, dan biaya operasional transportasi darat juga memperberat beban industri pariwisata. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan travel, tetapi juga seluruh rantai ekonomi wisata seperti hotel, restoran, UMKM, hingga destinasi wisata lokal.


    Bachtiar menilai sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia berharap ada langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga tiket agar masyarakat tetap memiliki akses melakukan perjalanan wisata.


    “Kami berharap pemerintah dapat mencari solusi bersama maskapai dan operator transportasi agar harga tiket lebih terjangkau. Karena kalau kondisi ini terus berlangsung, pelaku usaha wisata kecil bisa semakin tertekan,” ungkapnya.


    Menurutnya, industri wisata memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian daerah. Ketika jumlah wisatawan menurun, maka pendapatan para pelaku usaha di sektor pendukung juga ikut terdampak.


    Meski menghadapi tantangan, para pelaku tour & travel tetap berupaya bertahan dengan menghadirkan promo perjalanan, paket wisata hemat, serta menawarkan destinasi alternatif yang lebih ekonomis bagi masyarakat.


    PPWB juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan stakeholder pariwisata untuk memperkuat sektor wisata lokal serta meningkatkan kembali minat masyarakat berwisata di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.


    “Pariwisata bukan hanya soal liburan, tetapi juga menyangkut perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu perlu ada perhatian bersama agar industri ini tetap hidup dan berkembang,” pungkas Bachtiar Irvanda. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini