Hal tersebut disampaikan Sardi Efendi saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HILLSI Kota Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Sardi menilai berbagai program pelatihan keterampilan sebenarnya sudah cukup banyak tersedia. Mulai dari pelatihan perbaikan telepon seluler, servis pendingin ruangan (AC), pengelasan, hingga berbagai keterampilan teknis lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas. Menurutnya, pola pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri agar lulusan pelatihan dapat langsung terserap ke pasar kerja.
“Polanya harus link and match. Industri butuh apa, yang dilatih itu apa. Jangan sampai berbeda,” ujar Sardi.
Ia menambahkan, keberadaan HILLSI di Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia pelatihan dengan kebutuhan perusahaan. Selain mencetak tenaga kerja terampil, HILLSI juga didorong untuk aktif membantu proses penyaluran tenaga kerja ke berbagai sektor industri, termasuk peluang kerja ke luar negeri seperti program penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Menurut Sardi, persoalan pengangguran di Kota Bekasi hingga saat ini masih menjadi tantangan serius. Di sisi lain, pelatihan kerja terus dilaksanakan setiap tahun. Karena itu, diperlukan sinkronisasi yang kuat antara lembaga pelatihan, pemerintah daerah, dan dunia industri agar program yang dijalankan benar-benar efektif.
“Kebutuhan dunia industri harus dipetakan secara jelas, baru pola pelatihan disusun. Kalau dua hal ini sinergi, angka pengangguran bisa kita tekan,” tegasnya.
Sardi juga berharap HILLSI mampu menghadirkan sistem pelatihan berbasis kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja modern. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Pelantikan pengurus DPC HILLSI Kota Bekasi tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara lembaga pelatihan kerja dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Ke depan, sinergi antara HILLSI, Dinas Tenaga Kerja, dan pelaku industri diharapkan dapat memperluas akses kerja bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Kota Bekasi di tingkat nasional maupun internasional. (Red)









