Dari total peserta yang mengikuti ujian, terdiri dari 492 peserta pria dan 27 peserta wanita. Pelaksanaan tes dimulai sejak pukul 06.00 WIB hingga selesai dengan menggunakan sistem berbasis komputer guna menjamin objektivitas dan transparansi hasil seleksi.
Tes CAT Akademik digelar di dua lokasi berbeda, yakni Universitas Gunadarma Campus K Karawaci, Kota Tangerang, dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, sebanyak tujuh laboratorium komputer digunakan di Universitas Gunadarma Karawaci, sedangkan di Universitas Negeri Jakarta disiapkan 14 laboratorium.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa pelaksanaan CAT Akademik merupakan bagian dari rangkaian seleksi penerimaan Akpol Tahun Anggaran 2026 yang dilakukan secara bertahap, objektif, terukur, dan profesional.
“Pelaksanaan CAT Akademik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akpol T.A. 2026. Polda Metro Jaya memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol Budi dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, penggunaan sistem CAT menjadi langkah strategis untuk menjaga integritas proses seleksi. Dengan sistem komputerisasi, hasil ujian dapat diketahui secara lebih terbuka sehingga meminimalkan potensi manipulasi maupun praktik kecurangan.
Ia menegaskan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing dalam menjalani seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
“Kelulusan peserta ditentukan oleh kemampuan masing-masing dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan, joki, maupun pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan,” tegasnya.
Selain itu, Polda Metro Jaya juga mengingatkan peserta dan para orang tua agar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
Kombes Pol Budi menekankan bahwa seluruh proses rekrutmen Polri dilakukan secara terbuka dan diawasi ketat demi menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, dan berintegritas.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi proses rekrutmen ini. Percayakan pada kemampuan peserta dan sistem seleksi yang sudah berjalan, sehingga penerimaan Akpol 2026 dapat menghasilkan calon Taruna dan Taruni terbaik, berintegritas, dan siap mengabdi untuk bangsa,” pungkasnya.
Seleksi penerimaan Akpol sendiri merupakan salah satu jalur pendidikan kedinasan bergengsi di lingkungan Polri yang bertujuan mencetak calon perwira kepolisian masa depan. Dengan penerapan sistem CAT dan pengawasan yang ketat, diharapkan proses seleksi dapat berjalan fair serta menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul dan profesional. (Bachtiar/Red)


.png)






