• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Gubernur Jabar dan Wali Kota Bekasi Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Pastikan Penanganan dan Jaminan BPJS

    Liputanbhagasasi
    Rabu, 29 April 2026, 16:30 WIB Last Updated 2026-04-29T17:03:44Z
    Ket.foto : Walikota Bekasi dampingi Gubernur Jabar jenguk Korban Laka KAI (Doc.cam)

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun langsung menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Rabu (29/4/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban, sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat juga menyerahkan bantuan kepada para pasien sebagai wujud empati sejak masa awal perawatan.


    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa seluruh korban mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia memastikan seluruh pasien telah dijamin pembiayaannya melalui BPJS Kesehatan, sehingga dapat fokus menjalani proses pemulihan tanpa terbebani biaya pengobatan.


    “Kami bersama Pak Gubernur hadir langsung untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik. Penanganan medis harus maksimal, dan kami pastikan seluruh rumah sakit memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan seluruh pasien tercover BPJS Kesehatan,” ujar Tri.


    Senada dengan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Ia memastikan seluruh korban mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak dan terjamin.


    “Ini adalah bentuk solidaritas kami kepada para korban. Sejak awal masa perawatan, kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri, kebutuhannya terpenuhi, termasuk jaminan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan,” kata Dedi.


    Berdasarkan data terbaru, total korban kecelakaan kereta api tersebut mencapai 91 orang yang tersebar di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid sendiri tercatat sebanyak 54 korban, dengan rincian 26 pasien masih menjalani rawat inap, 25 pasien telah diperbolehkan pulang, dan 3 orang meninggal dunia.


    Sementara itu, korban lainnya dirawat di beberapa rumah sakit berbeda, di antaranya RS Primaya Timur sebanyak 10 orang, RS Mitra Timur 7 orang, RS Bella 5 orang, RS Hermina 2 orang, RS Siloam Bekasi 2 orang, RS Bakti Kartini 1 orang, RSUD Cibitung 1 orang, serta Mitra Plumbon 6 orang. Adapun korban meninggal dunia sebanyak 10 orang ditangani di RS Polri.


    Pemerintah daerah memastikan proses pendampingan terhadap para korban maupun keluarga yang ditinggalkan terus dilakukan secara intensif. Hal ini mencakup pelaporan berkala kepada Gubernur Jawa Barat hingga pemerintah pusat.


    “Kami memastikan pendampingan terus dilakukan, untuk segera dilaporkan ke Gubernur dan Presiden, baik kepada pasien yang masih dirawat maupun keluarga korban yang meninggal dunia. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Tri.


    Pemerintah berharap seluruh korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih, sementara dukungan moril dan materiil terus diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian bersama. (Bachtiar/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini