Reses berlangsung di Sekretariat RW 022 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, pada Rabu (29/4/2026), dengan dihadiri ratusan warga yang tampak antusias. Kehadiran Angganita disambut hangat oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan beragam persoalan secara langsung kepada wakil rakyatnya.
Kegiatan reses kali ini juga menghadirkan sejumlah pejabat lintas sektoral guna mempercepat respons terhadap usulan masyarakat. Di antaranya Kepala Unit Dukcapil Kecamatan Babelan Muhamad Tarsa, Kepala Bidang Dinas Koperasi Kabupaten Bekasi Robal, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Turut hadir pula tokoh masyarakat Yusron, Ketua RW 022 Kristin, perwakilan Puskesmas Babelan, serta para penggerak masyarakat seperti kader PKK, Ketua Posyandu, Bank Sampah, dan pelaku UMKM.
Dalam sambutannya, Angganita menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional yang menjadi ruang penting untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia menyebut, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk memastikan program pemerintah sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan.
“Reses ini menjadi momen untuk mengevaluasi apa saja yang belum terealisasi, khususnya di wilayah Babelan. Saya ingin memastikan aspirasi warga tidak berhenti di tahap usulan, tetapi benar-benar diwujudkan,” ujar Angganita.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendesak, terutama terkait pembangunan sarana olahraga dan perbaikan jalan lingkungan. Warga mengeluhkan adanya proyek yang telah disurvei sebelumnya namun hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Angganita yang merupakan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menegaskan akan segera melakukan kroscek ke dinas terkait. Ia memastikan akan mengawal setiap aspirasi agar tidak berhenti di tahap perencanaan.
“Aspirasi masyarakat harus diwujudkan. Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui kendala yang ada dan memastikan program tersebut bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi melalui koperasi dan UMKM. Mereka berharap adanya dukungan permodalan serta pelatihan untuk meningkatkan daya saing usaha lokal.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah, Angganita menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kepentingan dasar masyarakat. Saya akan terus mengawal agar pembangunan yang menjadi kebutuhan mendesak tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Angganita juga menyampaikan bahwa selama masa jabatannya, sebagian besar aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui reses telah berhasil direalisasikan. Hal tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat.
Di mata warga, Angganita dikenal sebagai sosok yang dekat dan responsif. Ketua RW 022, Kristin, mengapresiasi konsistensi Angganita dalam mengawal aspirasi masyarakat.
“Ibu Angganita selalu hadir di tengah warga dan tidak hanya saat masa kampanye. Aspirasi kami benar-benar diperjuangkan hingga ke tingkat kabupaten,” ungkapnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi santai bersama kader PKK dan pelaku UMKM, serta foto bersama. Sejumlah isu tambahan, seperti kesehatan ibu dan anak, juga turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Dengan berakhirnya reses ini, masyarakat berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan dalam program pembangunan daerah. (Novian)


.png)






