Rangkaian perayaan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari tradisi menjelang Nyepi. Pawai tersebut diikuti oleh umat Hindu di Kota Bekasi sebagai simbol penyucian diri dan pengendalian sifat-sifat negatif dalam kehidupan manusia.
Perayaan ini berlangsung di tengah keberagaman budaya Kota Bekasi yang dikenal dengan perpaduan budaya Sunda dan Betawi. Meski demikian, suasana tetap harmonis dan menunjukkan tingginya sikap toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut.
Pengurus acara menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya nilai toleransi di Kota Bekasi. “Bekasi yang lahir dari budaya Sunda dan Betawi, namun melalui perayaan Nyepi dengan pawai ogoh-ogoh ini menunjukkan bahwa tingkat toleransi masyarakat cukup baik,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang turut hadir dan meresmikan pawai ogoh-ogoh tersebut. Kehadiran kepala daerah dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bekasi.
Momentum ini diharapkan dapat terus mempererat persatuan serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (Red)









