Seorang pengusaha hampers mengatakan, setiap menjelang Lebaran permintaan paket bingkisan selalu mengalami lonjakan. Hampers biasanya dibagikan kepada keluarga, kerabat, sahabat hingga rekan kerja sebagai bentuk silaturahmi dan ungkapan terima kasih saat di wawancara awak media liputanbhagasasi.com.
Menurutnya, tren hampers saat ini semakin beragam, mulai dari paket kue kering, makanan premium, produk UMKM, hingga paket sehat yang berisi madu, kurma, dan makanan organik. Selain isi yang menarik, kemasan yang cantik dan elegan juga menjadi daya tarik utama bagi pembeli.
“Momentum Lebaran 2026 sebentar lagi. Hampers pasti akan banyak diburu dan dibagikan. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat untuk saling berbagi kebahagiaan saat Hari Raya,” ujar salah satu pengusaha hampers.
Ia juga menambahkan bahwa penjualan biasanya mulai meningkat sejak pertengahan Ramadan hingga mendekati Lebaran. Banyak perusahaan maupun individu yang memesan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada relasi bisnis maupun karyawan.
Momentum ini sekaligus menjadi peluang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Berbagai produk lokal seperti kue kering, cokelat, minuman herbal hingga kerajinan tangan sering kali dikemas menjadi hampers Lebaran yang menarik.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap hampers, para pengusaha berharap tren positif ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat budaya berbagi di momen Hari Raya. (Red)





.png)
.png)


