• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     








    Kapolri: Indonesia Harus Mandiri Hadapi Tekanan Ekonomi dan Konflik Dunia

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 06 Maret 2026, 22:19 WIB Last Updated 2026-03-06T15:19:25Z


    Liputanbhagasasi.com - Jawa Barat, Kantor Berita LBN - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan berbagai langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi konflik global yang semakin memanas.


    Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara Silaturahmi Ramadan bersama Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jawa Barat di PT NOK, Jumat (6/3) sore.


    Dalam sambutannya, Kapolri menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak menentu. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stabilitas global.


    Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Pemerintah terus berupaya menjalankan peran diplomasi untuk mendorong terciptanya perdamaian dunia.


    “Pemerintah terus bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif,” ujar Sigit.


    Ia menambahkan, Indonesia juga berupaya mengambil peran dalam mendorong penyelesaian konflik antara Palestina dan Israel melalui usulan two-state solution atau solusi dua negara.


    Selain isu perdamaian dunia, Kapolri juga menyoroti langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Salah satunya melalui negosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan yang dikenakan terhadap Indonesia.


    Sigit menyebutkan, melalui upaya diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah, besaran tarif yang sebelumnya mencapai 32 persen berhasil ditekan menjadi 19 persen.


    Tidak hanya itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor industri melalui program hilirisasi. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain industri otomotif, pengembangan baterai kendaraan listrik, hingga peningkatan lifting minyak.


    Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan berbagai program strategis dalam kerangka Asta Cita, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Upaya tersebut dilakukan agar Indonesia dapat lebih mandiri dan tidak bergantung pada negara lain.


    “Berbagai macam program Asta Cita ini terus didorong, sehingga dalam kondisi apa pun Indonesia tetap bisa terjaga, khususnya menghadapi berbagai tekanan global,” jelasnya.


    Kapolri juga mengajak kelompok buruh untuk menjaga persatuan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Menurutnya, stabilitas hubungan industrial sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.


    Ia menekankan bahwa seluruh potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan bangsa.


    “Dalam situasi global seperti saat ini, Indonesia harus bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Sigit.


    Di akhir sambutannya, Kapolri juga mendorong para pekerja untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, terutama dalam menghadapi program hilirisasi dan perkembangan industri di masa depan.


    “Ketika program hilirisasi berjalan dan kualitas SDM kita siap, maka buruh-buruh Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan negara lain,” pungkasnya. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini