• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     










    Film “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Masih Jadi Favorit Penonton di Bekasi

    Liputanbhagasasi
    Rabu, 18 Maret 2026, 01:55 WIB Last Updated 2026-03-17T18:55:01Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Film horor tanah air “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” terus menunjukkan eksistensinya sebagai tontonan favorit masyarakat di Bekasi. Diputar di Teater Essential Audi 6, Bekasi Cyber Park (BCP), film berdurasi 135 menit ini masih ramai diminati, terutama karena dibintangi aktris papan atas Luna Maya.

    Antusiasme penonton terlihat dari jadwal tayang yang padat setiap harinya, yakni pukul 10.35, 13.15, 15.55, 18.35, dan 21.15 WIB. Film ini menjadi salah satu pilihan hiburan gaya hidup urban, di mana masyarakat memanfaatkan waktu senggang untuk menikmati sensasi horor di layar lebar bersama teman maupun keluarga.


    Mengusung cerita yang kuat, film ini berkisah tentang Suzzanna (Luna Maya) yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan Bisman (Clift Sangra), seorang penguasa desa yang kejam. Cinta Bisman terhadap Suzzanna berubah menjadi ambisi gelap, hingga ia tega menyantet ayah Suzzanna sampai tewas demi mempertahankan kekuasaan.


    Dilanda duka dan dendam, Suzzanna kemudian mempelajari ilmu santet untuk membalas perbuatan tersebut. Namun, di tengah upayanya, ia menyadari bahwa kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Konflik semakin kompleks ketika Suzzanna jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), sosok pria religius yang tidak mengetahui sisi gelap dalam diri Suzzanna.


    Cerita pun berkembang menjadi pergulatan batin yang intens, saat Suzzanna harus memilih antara melanjutkan dendam atau mempertaruhkan segalanya demi cinta. Perpaduan unsur horor, budaya lokal, dan drama emosional menjadi daya tarik utama yang membuat film ini tetap “hits” di kalangan penonton.


    Dengan kekuatan cerita dan performa para pemainnya, “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” membuktikan bahwa film horor Indonesia tak hanya menegangkan, tetapi juga mampu menyentuh sisi emosional penontonnya, menjadikannya bagian dari tren gaya hidup hiburan masyarakat masa kini. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini