Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penyelenggaraan KAI Expo 2026 sebagai momentum untuk mendorong masyarakat melakukan perjalanan wisata di dalam negeri atau #DiIndonesiaAja.
KAI Expo 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, dengan menawarkan berbagai promosi perjalanan kereta api, termasuk diskon tiket dan program cashback.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, jaringan kereta api memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarkota dan daerah sekaligus memudahkan wisatawan mengakses berbagai destinasi.
“Akses merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan pariwisata. Layanan KAI, khususnya di Pulau Jawa, menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata,” ujar Made di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Dalam KAI Expo 2026, masyarakat ditawarkan sejumlah promo perjalanan, di antaranya diskon 30 persen untuk keberangkatan 41–45 hari sejak pembelian, diskon 10 persen untuk keberangkatan 6–40 hari, serta diskon 5 persen untuk keberangkatan 0–5 hari.
Made mengatakan, perjalanan wisatawan nusantara terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–Juli 2026 tercatat 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara, meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama wisatawan nusantara. Pada Juli 2026, sekitar 63,78 persen perjalanan wisatawan nusantara tercatat menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
“Kemenpar menargetkan sekitar 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2026, dengan sekitar 64,8 persen perjalanan diproyeksikan berlangsung di Pulau Jawa,” kata Made.
Konektivitas kereta api menjadi salah satu faktor pendukung kemudahan wisatawan menjangkau berbagai daerah. Jaringan kereta api menghubungkan kawasan perkotaan hingga perdesaan di Pulau Jawa.
Di Jawa Timur, layanan kereta api menghubungkan sejumlah daerah seperti Surabaya, Malang, Blitar, Mojokerto, dan Probolinggo yang memiliki beragam potensi wisata, mulai dari kuliner, sejarah, budaya hingga wisata alam.
Sementara di Jawa Barat, jaringan kereta api menjangkau wilayah Karawang, Cirebon, Bandung, Garut hingga Tasikmalaya yang menawarkan berbagai destinasi wisata alam, budaya, sejarah, kuliner dan wisata buatan.
Pengalaman perjalanan juga semakin beragam dengan hadirnya layanan dari KAI Wisata seperti Kereta Istimewa, Kereta Panoramic, dan Kereta Priority.
Menurut Made, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi daerah. Aktivitas wisata mendorong permintaan terhadap akomodasi, kuliner, transportasi lokal, atraksi wisata hingga produk UMKM dan ekonomi kreatif.
Karena itu, penguatan konektivitas transportasi diharapkan tidak hanya mempermudah wisatawan mencapai destinasi, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.
“Setiap perjalanan yang dilakukan diharapkan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Made. (Red)


.png)






