• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    DPP FORMASI Kecam Beredarnya Video Diduga Oknum Kepala Desa Wanita di Tambun, Minta Klarifikasi dan Penyelidikan

    Liputanbhagasasi
    Rabu, 02 September 2026, 11:00 WIB Last Updated 2026-09-03T00:52:12Z
    Ket. foto : Kejadian terekam di cctv salahsatu apartemen kota bekasi

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi, Kantor Berita LBN - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Remaja dan Mahasiswa Indonesia (FORMASI) melalui Ketua Harian, Bachtiar, mengecam keras beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang wanita yang diduga merupakan oknum kepala desa di wilayah Tambun sedang berada bersama seorang pria di dalam lift.

    Menurut Bachtiar, beredarnya video tersebut telah menimbulkan berbagai spekulasi dan menjadi perhatian masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh pihak untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada klarifikasi resmi dan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

    "Kami mengecam beredarnya video yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Namun demikian, semua pihak harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai ada penjelasan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Bahtiar dalam keterangannya.

    DPP FORMASI menilai bahwa pejabat publik, termasuk kepala desa, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, apabila video tersebut benar melibatkan seorang pejabat publik, maka perlu ada klarifikasi secara terbuka guna menghindari polemik yang berkepanjangan.

    Selain itu, FORMASI juga meminta instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pihak berwenang, untuk melakukan penelusuran terhadap kebenaran informasi yang beredar agar tidak menimbulkan fitnah maupun disinformasi di masyarakat.

    "Jika memang terdapat pelanggaran terhadap kode etik atau ketentuan yang berlaku, maka harus ditindak sesuai aturan. Namun jika informasi tersebut tidak benar, maka nama baik pihak yang bersangkutan juga harus dipulihkan," tegasnya.

    DPP FORMASI mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Menurut Bahtiar, menjaga kondusivitas dan menghormati proses klarifikasi merupakan langkah penting agar persoalan ini dapat diselesaikan secara objektif dan adil.

    Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak yang disebut-sebut dalam video yang beredar tersebut. (*)


    Sumber : DPP FORMASI
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +