• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Kadin Indonesia Dorong Penguatan Kemitraan Ekonomi dengan Swedia

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 08 September 2026, 19:00 WIB Last Updated 2026-09-13T02:01:20Z

    Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Hubungan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Bernardino M. Vega, mendorong penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Swedia melalui peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

    Hal tersebut disampaikan Bernardino atau yang akrab disapa Dino Vega dalam acara Sweden-Indonesia Sustainability Partnership (SISP) 2026 Business Dinner di Park Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026) malam.

    Dino Vega mengatakan, hubungan Indonesia dan Swedia telah memiliki fondasi kuat sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1950. Kerja sama tersebut terus berkembang di berbagai sektor, seperti energi, kendaraan listrik, kesehatan, pertambangan, dan kehutanan.

    Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 80 perusahaan Swedia yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat sekitar 825 juta dolar AS.

    “Hubungan kita memiliki kedalaman, bukan sekadar seremonial. Fondasi hubungan ekonomi kita semakin kuat, dan masih ada ruang yang besar untuk berkembang,” ujar Dino Vega.

    Dino Vega menyebutkan, salah satu peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

    Perjanjian tersebut dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan perdagangan, serta mendorong investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

    Selain itu, proses aksesi Indonesia menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga menjadi peluang kerja sama penting. Swedia dinilai memiliki pengalaman dan keahlian yang dapat membantu Indonesia dalam memenuhi standar OECD.

    “Kadin memandang aksesi OECD sebagai sebuah proyek bisnis, bukan hanya proyek diplomatik,” katanya.

    Dino Vega juga mengajak perusahaan, organisasi bisnis, dan regulator Swedia untuk membangun kerja sama dengan Kadin Indonesia melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam kebijakan persaingan usaha, tata kelola, integritas, serta kepatuhan antikorupsi.

    Selain perdagangan dan investasi, Dino Vega menekankan pentingnya pengembangan teknologi dan keberlanjutan dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

    Menurutnya, teknologi Swedia dapat membantu perusahaan Indonesia memenuhi standar lingkungan global sekaligus menjaga akses pasar Eropa.

    Peluang kerja sama juga terbuka di sektor kendaraan listrik, pertambangan, kesehatan, pangan, dan kehutanan. Indonesia memiliki sumber daya dan pasar yang besar, sementara Swedia memiliki teknologi, standar, dan pengalaman dalam pembangunan berkelanjutan.

    “Tidak satu pun dari kita akan memperoleh hasil maksimal jika berjalan sendiri. Kita harus melakukannya bersama dan melalui kolaborasi,” tegas Dino Vega.

    Acara tersebut turut dihadiri WKU Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, WKU Bidang Pertanian Devi Erna Rachmawati, WKU Bidang Pengembangan Infrastruktur Strategis dan Pembangunan Pedesaan serta Transmigrasi Thomas Djusman, serta WKU Bidang Riset dan Teknologi Ilham Akbar Habibie. (Novian)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +