• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Peran BKK Dinilai Penting untuk Percepat Penyerapan Lulusan SMK di Dunia Kerja

    Liputanbhagasasi
    Rabu, 02 September 2026, 12:30 WIB Last Updated 2026-09-03T04:21:38Z

    Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Bursa Kerja Khusus (BKK) dinilai memiliki peran penting dalam membantu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memasuki dunia kerja. Keberadaan BKK menjadi salah satu penghubung antara sekolah, lulusan, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pemerintah dalam membuka akses informasi, pelatihan hingga kesempatan kerja.

    Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan workshop penguatan BKK yang melibatkan unsur pendidikan dan ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi di Aula Kampus Pelita Bangsa Cikarang, Rabu (02/09/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan BKK agar semakin efektif dalam membantu lulusan SMK mendapatkan pekerjaan.


    Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil 3 Jawa Barat Dr. Hj. Rina Parlina, S.I.P., M.M, peran BKK sangat penting karena dapat membantu mengarahkan karier siswa secara lebih terstruktur dan tertata.

    “Menurut saya sangat penting peran BKK, dikarenakan BKK adalah bagaimana karier anak-anak bisa terstruktur dan rapi, tertata, dan juga bisa membuat anak-anak memiliki kesempatan, informasi maupun pelatihan yang bisa mendukung masa depan mereka,” ujarnya Rina.

    Ia mengatakan, penguatan BKK tidak dapat dilakukan oleh sekolah secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi dan Kementerian Ketenagakerjaan.

    Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah positif sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan lulusan SMK di Kabupaten Bekasi.

    “Ini tidak hanya bisa kita lakukan sendiri, tetapi kolaborasi yang saat ini sedang kami lakukan dari KCD Wilayah 3 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi ini adalah langkah yang sangat luar biasa,” katanya Rina.

    Menurutnya, kolaborasi tersebut juga memberikan peluang bagi sekitar 23 ribu lulusan SMK di Kabupaten Bekasi untuk memperoleh akses informasi, pelatihan dan pendampingan sebagai persiapan memasuki dunia kerja.

    “Kita akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dan Kemenaker juga memberikan kesempatan informasi, bagaimana mereka bisa mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari Kemenaker untuk persiapan menuju dunia kerja,” tambahnya.

    Dalam upaya mengoptimalkan peran BKK, terdapat sejumlah hal yang perlu diperkuat dan dipertahankan. Salah satunya adalah komitmen pengelola BKK untuk aktif menjalankan fungsi pelayanan dan penyaluran informasi kepada siswa maupun alumni.

    Selain itu, BKK juga perlu memiliki data lulusan yang valid dan faktual. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi penyaluran lulusan ke dunia kerja dan industri.

    “Yang perlu dioptimalkan pertama adalah komitmen. Komitmen BKK untuk aktif dan bagaimana BKK bisa memetakan data yang valid dan faktual sebagai dasar dalam penyusunan strategi kami nantinya,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, kepala sekolah memiliki peran sebagai penanggung jawab sekaligus motor penggerak BKK di lingkungan sekolah. Sementara itu, ketua BKK dituntut untuk terus berinovasi dan aktif mencari informasi mengenai peluang kerja, pelatihan maupun kebutuhan dunia industri.

    “BKK itu ada penanggung jawab BKK yaitu kepala sekolah sebagai motor penggerak dan juga ada ketua BKK yang harus berinovasi dan juga mencari informasi sebanyak-banyaknya sebagai penerus informasi kepada siswa,” ujarnya.

    Penguatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah lulusan SMK Kabupaten Bekasi yang terserap ke dunia kerja maupun dunia industri.

    Kepada seluruh pengelola BKK di Kabupaten Bekasi, para penanggung jawab dan ketua BKK juga didorong untuk bersama-sama memahami serta menerapkan standarisasi pengelolaan BKK yang ideal.

    Langkah tersebut penting agar keberadaan BKK tidak hanya menjadi wadah administrasi alumni, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat informasi karier, pelatihan, pendampingan dan penyaluran tenaga kerja bagi lulusan SMK.

    “Pesan saya untuk para penanggung jawab BKK dan ketua BKK yang ada di Kabupaten Bekasi, ayo sama-sama kita mengikuti standarisasi BKK seperti apa yang ideal dan kita maksimalkan peran kita agar dapat bermanfaat dan menjadi penyambung, penerus informasi untuk anak-anak,” katanya Rina. 

    Dengan penguatan tersebut, BKK diharapkan mampu memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa dan alumni untuk mendapatkan pelatihan serta peluang kerja di wilayah Kabupaten Bekasi maupun daerah lainnya.

    Sementara itu, salah seorang peserta workshop mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi tersebut. Menurutnya, kegiatan workshop memberikan banyak pengetahuan baru mengenai program dan pengelolaan BKK.

    “Alhamdulillah saya hari ini banyak banget dapat ilmu yang baru. Terima kasih juga buat Disnaker Kabupaten Bekasi, semoga ke depannya makin jaya lagi. Kalau bisa makin banyak lagi kegiatan-kegiatan Disnaker buat kumpul-kumpul sama teman-teman yang lainnya juga,” ungkapnya Ketua BKK SMK Tridaya Bekasi Bagus Firman Maulana.

    Ia menilai, banyak program yang sebelumnya belum diketahui oleh para pengelola BKK, namun dapat dipahami setelah mengikuti workshop.

    “Untuk manfaatnya banyak ya, program-program yang tadinya kita nggak tahu, terus jadi tahu. Manfaatnya juga alhamdulillah banyak banget,” katanya Bagus. 

    Setelah mengikuti workshop, pihak sekolah berencana memperkuat pembekalan bagi siswa yang akan memasuki dunia kerja. Salah satunya dengan memperbanyak kegiatan peningkatan keterampilan serta penyuluhan mengenai dunia kerja.

    “Paling untuk alumni kita yang akan lulus, kita akan memperbanyak top skill dan penyuluhan, pembelajaran-pembelajaran untuk dunia kerja,” ujarnya Bagus.

    Penguatan tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih siap menghadapi proses rekrutmen, memahami kebutuhan industri, serta memiliki keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

    Workshop penguatan BKK ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dunia industri dan Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, keberadaan BKK diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif bagi lulusan SMK Kabupaten Bekasi menuju dunia kerja. (Red) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +