Liputanbhagasasi.com - Jawa Barat, Kantor Berita LBN - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengambil alih penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Jawa Barat setelah Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan tidak dapat menjadi tuan rumah MTQ Tahun 2026 karena keterbatasan anggaran.
Informasi tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melalui unggahan di media sosial resminya pada Minggu (2/8/2026). Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tetap berjalan, Pemprov Jawa Barat akan bertindak langsung sebagai tuan rumah, dengan pelaksanaan dijadwalkan pada awal Januari 2027.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi solusi agar agenda pembinaan Tilawatil Qur'an tingkat provinsi tidak dibatalkan meskipun Kabupaten Garut mengundurkan diri sebagai penyelenggara.
Informasi tersebut juga diperkuat dengan Surat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Jawa Barat Nomor 01/LPTQ-JBR/VIII/2026 tanggal 2 Agustus 2026 tentang Informasi Pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 yang ditujukan kepada seluruh Ketua LPTQ Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum LPTQ Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Asep Sukmana, M.Si, dijelaskan bahwa MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 tidak diselenggarakan sebagai bentuk penyesuaian atas situasi dan kondisi mundurnya Pemerintah Kabupaten Garut sebagai tuan rumah.
Selain itu, pelaksanaan MTQ juga berdekatan dengan agenda persiapan dan keikutsertaan Kafilah Jawa Barat pada MTQ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 di Provinsi Jawa Tengah.
Masih dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat direncanakan berlangsung pada awal Januari 2027 dan akan dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Rencananya, pembukaan MTQ akan dilaksanakan di Gedung Sate Bandung, sedangkan penutupan akan digelar di Masjid Raya Al Jabbar Provinsi Jawa Barat, yang menjadi salah satu ikon baru pusat kegiatan keagamaan di Jawa Barat.
LPTQ Jawa Barat juga mengajak seluruh jajaran LPTQ kabupaten dan kota agar tetap berkomitmen melakukan pembinaan, pengembangan Tilawatil Qur'an, serta mempersiapkan para peserta meskipun jadwal pelaksanaan mengalami perubahan.
Melalui unggahan media sosialnya, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa perubahan tuan rumah tidak boleh mengurangi semangat penyelenggaraan MTQ sebagai ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di Jawa Barat.
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih penyelenggaraan menunjukkan komitmen pemerintah agar kegiatan keagamaan tetap berlangsung di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi sejumlah pemerintah daerah.
Dengan adanya kepastian jadwal baru, seluruh LPTQ kabupaten dan kota kini memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan pembinaan terhadap qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, kaligrafer, maupun peserta dari berbagai cabang perlombaan MTQ.
Penundaan pelaksanaan hingga Januari 2027 diharapkan justru memberikan kesempatan bagi seluruh daerah untuk mempersiapkan kontingen secara lebih matang sehingga kualitas penyelenggaraan maupun kompetisi dapat semakin meningkat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama LPTQ Provinsi juga diharapkan segera menyusun tahapan teknis, jadwal perlombaan, serta koordinasi dengan seluruh kabupaten dan kota agar pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2027 berjalan lancar, sukses, dan mampu melahirkan kafilah terbaik untuk mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional. (Red)


.png)


.jpeg)



