Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN - Pemerintah Kota Bekasi terus menggencarkan kegiatan Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) di seluruh wilayah kelurahan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, terutama di tengah musim kemarau yang tengah melanda. Program ini melibatkan aparatur kelurahan, kecamatan, unsur TNI-Polri, komunitas, serta masyarakat secara gotong royong membersihkan lingkungan, saluran air, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau.
Kegiatan K3 yang dilaksanakan secara serentak pada Sabtu (01/08/2026) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Namun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis semata.
Seorang pengamat lingkungan saat dikonfirmasi awak media Liputan Bhagasasi News (LBN), Minggu (02/08/2026), menilai bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi budaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Kegiatan K3 ini sangat baik, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang. Lingkungan yang bersih dapat mengurangi debu, mencegah penyebaran penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, kegiatan ini jangan hanya dilakukan satu kali sebagai momentum atau ceremony saja. Yang terpenting adalah konsistensi dan keberlanjutannya," ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjaga kebersihan lingkungan bukan terletak pada pelaksanaan kerja bakti, melainkan bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia juga menilai bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat edukasi mengenai pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pembentukan bank sampah dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung program K3.
Selain itu, pengawasan terhadap pembuangan sampah liar juga perlu ditingkatkan agar lingkungan tetap bersih sepanjang tahun, bukan hanya ketika ada agenda kerja bakti bersama.
Musim kemarau yang sedang berlangsung membuat kondisi lingkungan menjadi lebih kering dan berdebu. Oleh karena itu, kebersihan jalan lingkungan, drainase, taman, serta ruang publik menjadi perhatian penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Program K3 yang digagas Pemerintah Kota Bekasi diharapkan mampu membangun budaya gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, Karang Taruna, PKK, sekolah, pelaku usaha, hingga komunitas lingkungan.
Dengan keterlibatan semua pihak, kegiatan menjaga kebersihan tidak hanya menjadi rutinitas pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkesinambungan.
Pengamat lingkungan berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat menjadikan kegiatan K3 sebagai agenda rutin dengan evaluasi berkala, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan mampu mewujudkan Kota Bekasi yang bersih, sehat, tertib, dan nyaman untuk ditinggali. (Dani)





.jpeg)



