Liputanbhagasasi.com - Jombang, Kantor Berita LBN - Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum penting untuk menentukan arah NU dalam menghadapi tantangan abad kedua.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menilai Muktamar Ke-35 NU harus mampu melahirkan gagasan strategis yang memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.
Menurut Alit, tantangan NU di abad kedua membutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri organisasi.
Ia juga menyoroti rencana roadmap NU untuk 25 tahun ke depan yang disiapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, peta jalan tersebut penting agar arah gerak organisasi lebih terukur, termasuk dalam bidang keagamaan, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan transformasi digital.
Selain membahas kepemimpinan dan arah organisasi, Muktamar Ke-35 NU juga menjadi ruang pembahasan berbagai persoalan aktual melalui forum Bahtsul Masail.
Alit menilai pembahasan tersebut menunjukkan bahwa NU terus berupaya memberikan pandangan keagamaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat modern, termasuk isu perlindungan data pribadi dan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus mengedepankan prinsip keadilan bagi masyarakat.
Di tingkat akar rumput, Alit menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi NU hingga tingkat Ranting. Menurutnya, hubungan antara pengurus pusat dan warga NU di tingkat bawah harus terus diperkuat.
Ia juga mendorong perhatian lebih besar terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta para guru ngaji yang berperan penting dalam membangun pendidikan keagamaan sejak usia dini.
“Penguatan TPQ dan perhatian terhadap guru ngaji berbasis masjid dan musala menjadi bagian penting dalam membangun fondasi umat. Konsolidasi di tingkat Ranting juga perlu diperkuat,” ujar Alit kepada awak media. Jumat, (28/08/2026).
Alit berharap hasil Muktamar Ke-35 NU dapat menjadi pijakan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas transformasi digital, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Muktamar Ke-35 NU di Jombang pun diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga mampu menjadi momentum kebangkitan NU dalam menghadapi berbagai tantangan di abad kedua. (Red)









