Tiga titik jalan yang mengalami amblas masing-masing berada di depan Perumahan Islami Toyibah, depan Perumahan Tirta Alam di Desa Kertamukti, serta di dekat Jembatan Buwek Baru, Desa Muktiwari. Kondisi tersebut membuat akses warga terganggu dan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dalam keterangannya, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur tersebut. Ia menjelaskan bahwa amblasnya jalan merupakan dampak lanjutan dari banjir yang sebelumnya melanda kawasan itu, sehingga menyebabkan struktur tanah di bawah badan jalan mengalami penurunan dan tidak lagi stabil.
“Ini kan jalan berada di atas tanggul, sementara penahan tanahnya tidak ada. Akibat banjir kemarin, tanah di bawahnya tergerus, lama-kelamaan terjadi longsor dan jalan ikut turun,” jelas Asep di lokasi peninjauan.
Asep menegaskan bahwa kondisi tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, terutama terhadap keselamatan pengguna jalan serta aktivitas masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Bekasi, lanjutnya, telah menyiapkan langkah teknis berupa pembangunan turap atau tembok penahan tanah (TPT) sebagai solusi utama penanganan jangka panjang.
Menurutnya, seluruh kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur tersebut sudah tersedia dan saat ini tinggal memasuki tahap pelaksanaan di lapangan. Pemerintah daerah juga telah melibatkan tim ahli untuk memastikan desain teknis penanganan sesuai dengan kondisi geologis di lokasi terdampak.
“Anggaran sudah ada, tim ahli juga sudah bergerak. Tinggal pelaksanaannya saja, insya Allah secepatnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menyampaikan bahwa pembangunan TPT akan diprioritaskan pada titik-titik yang dinilai paling rawan mengalami kerusakan serupa. Pemkab Bekasi juga akan melakukan pemetaan secara menyeluruh di sepanjang jalur CBL untuk mengidentifikasi lokasi lain yang berpotensi mengalami penurunan tanah.
“Kita petakan mana yang sudah terjadi dan mana yang berpotensi. Yang rawan akan segera kita bangun penahan tanahnya. Secara bertahap, dalam lima tahun ke depan kita targetkan bisa tertangani semua,” ungkapnya.
Selain pembangunan turap, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada struktur penahan tanah, tetapi juga pada badan jalan yang terdampak langsung akibat pergeseran tanah tersebut. Hal ini dilakukan agar akses transportasi kembali normal dan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
“Kalau tembok penahan tanah sudah dibangun, otomatis jalannya juga akan kita perbaiki. Tidak mungkin hanya temboknya saja,” tegas Asep.
Terkait waktu pelaksanaan pekerjaan fisik, Asep menargetkan proses perbaikan dapat segera dimulai dalam waktu dekat. Ia berharap pengerjaan bisa berjalan cepat setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi selesai dilakukan.
“Insya Allah dalam satu bulan ini sudah bisa mulai dikerjakan, karena anggarannya sudah tersedia,” pungkasnya.
Dengan adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Bekasi ini, diharapkan permasalahan jalan amblas di jalur CBL dapat segera tertangani, sehingga mobilitas warga kembali lancar dan potensi risiko kerusakan lanjutan dapat diminimalisir secara optimal. (Red)


.png)






