- Desa Wisata Bantar Agung – Kabupaten Majalengka
- Desa Wisata Jalatrang – Kabupaten Ciamis
- Desa Wisata Karamatwangi (Agrowisata Tepas Papandayan) – Kabupaten Garut
- Desa Wisata Karangjaya – Kabupaten Karawang
- Desa Wisata Gunung Malang – Kabupaten Bogor
- Desa Wisata Pajambon – Kabupaten Kuningan
- Desa Wisata Gunungsari – Kabupaten Ciamis
- Desa Wisata Sukawangun – Kabupaten Tasikmalaya
- Desa Wisata Gedepangrango – Kabupaten Sukabumi
- Kampung Wisata Saung Eling – Kota Bogor
Masuknya 10 destinasi tersebut memperlihatkan keberagaman potensi pariwisata Jawa Barat, mulai dari wisata alam, agrowisata, budaya, hingga pengembangan destinasi berbasis masyarakat.
Pengembangan desa wisata dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pemerataan manfaat sektor pariwisata. Masyarakat tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga dapat terlibat langsung sebagai pengelola, pelaku usaha, penyedia jasa wisata, hingga pelestari budaya dan lingkungan.
Konsep tersebut sejalan dengan semangat pengembangan pariwisata yang mengedepankan tiga unsur utama, yakni alam yang asri, budaya yang lestari, dan ekonomi masyarakat yang mandiri.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, desa wisata diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang menarik bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan 10 desa dan kampung wisata tersebut juga menjadi peluang untuk memperkenalkan lebih luas potensi pariwisata Jawa Barat kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Berbagai potensi lokal yang dimiliki setiap destinasi dapat dikembangkan menjadi produk wisata unggulan dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.
Mulai dari keindahan alam, aktivitas pertanian, kearifan lokal, kesenian tradisional, kuliner, kerajinan, hingga pengalaman kehidupan masyarakat desa dapat menjadi daya tarik yang membedakan satu destinasi dengan destinasi lainnya.
Persaingan destinasi wisata yang semakin ketat juga menuntut pengelola untuk terus berinovasi. Kualitas pelayanan, kreativitas paket wisata, promosi digital, aksesibilitas, kebersihan, keamanan, serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun daya saing destinasi.
Predikat 10 Besar SWJ-ITDMA 2026 menjadi langkah penting bagi desa dan kampung wisata terpilih untuk melanjutkan perjuangan pada ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan keunggulan destinasi wisata Jawa Barat pada tingkat yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas, dan sektor swasta menjadi penting agar pengembangan desa wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan semangat “Alam Asri, Budaya Lestari, Ekonomi Mandiri”, 10 desa dan kampung wisata terbaik Jawa Barat tersebut diharapkan terus tumbuh, berinovasi, dan menghadirkan pengalaman wisata berkualitas.
Keberhasilan mereka bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masing-masing kabupaten dan kota, tetapi juga menjadi representasi potensi besar pariwisata Jawa Barat untuk semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. (Red)





.jpeg)



