• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Tradisi Adat Kampung Kranggan Babaritan 2026 Jadi Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya, Camat Jatisampurna Ajak Warga Jaga Warisan Leluhur

    Liputanbhagasasi
    Jumat, 17 Juli 2026, 09:40 WIB Last Updated 2026-07-17T14:32:18Z

    Liputanbhagasasi.com - Bekasi Kota, Kantor Berita LBN
    Tradisi adat Babaritan (Sedekah Bumi) kembali digelar
    oleh Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Jumat pagi (17/7/2026) di halaman kantor Kecamatan Jatisampurna. Kegiatan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun ini berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi, keselamatan, serta harapan akan kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.

    Acara tersebut dihadiri oleh  Agus harpa Senjaya plt. asda 2 Sekda Kota Bekasi mewakili wali kota bekasi, Lurah se Kecamatan Jatisampurna, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga Kampung Kranggan yang secara bersama-sama mengikuti rangkaian doa adat, prosesi budaya, hingga makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong.


    Dalam prosesi Babaritan, berbagai hasil bumi seperti buah-buahan, umbi-umbian, padi, jajanan tradisional, hingga tumpeng disusun di atas daun pisang sebagai bentuk persembahan rasa syukur. Ritual dipimpin oleh sesepuh adat Kampung Kranggan yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama demi keselamatan masyarakat serta kelestarian alam.


    Tradisi yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Kranggan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus mengajarkan generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gelar Budaya Tradisi Adat Kampung Kranggan Babaritan (Sedekah Bumi) Kecamatan Jatisampurna Tahun 2026 yang mendapat dukungan Pemerintah Kota Bekasi sebagai upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah.

    Saat dikonfirmasi awak media Liputan Bhagasasi (LBN), Camat Jatisampurna, Nata Wirya, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Jatisampurna sangat mengapresiasi masyarakat yang hingga kini tetap menjaga tradisi leluhur.

    "Tradisi Babaritan bukan sekadar seremonial budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi. Di dalamnya terdapat rasa syukur kepada Allah SWT, penghormatan kepada para leluhur, semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang oleh perkembangan zaman," imbuh Camat Jatisampurna Nata Wirya, S.Sos., M.Si saat dikonfirmasi oleh awak media LBN.

    Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kecamatan Jatisampurna akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang menjadi identitas masyarakat lokal.

    "Pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam memperkuat karakter masyarakat. Tradisi seperti Babaritan menjadi bukti bahwa masyarakat Jatisampurna masih memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kearifan lokal. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi daya tarik budaya Kota Bekasi," ujarnya.

    Nata Wirya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta terus berkolaborasi dalam membangun wilayah tanpa meninggalkan akar budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

    Suasana prosesi berlangsung penuh kekeluargaan. Warga tampak mengikuti doa bersama dengan khusyuk sebelum menikmati hidangan hasil bumi secara bersama-sama. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa hasil bumi merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

    Selain menjadi agenda budaya tahunan, Babaritan juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata budaya Kota Bekasi. Dengan terus dipromosikan secara luas, tradisi ini diyakini dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan adat Kampung Kranggan kepada masyarakat luas.

    Melalui semangat gotong royong dan pelestarian budaya, masyarakat Kampung Kranggan membuktikan bahwa tradisi leluhur tetap relevan di tengah modernisasi. Babaritan bukan hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, serta berakar kuat pada nilai-nilai budaya Nusantara. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    BERITA LIFESTYLE

    +