Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026 di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Senin (1/6/2026) pagi. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” sebagai pengingat pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian global.
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf Michael Ronald, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, aparatur sipil negara, serta berbagai unsur masyarakat sipil.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology yang mampu membimbing setiap langkah, keputusan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegas Asep saat membacakan amanat Kepala BPIP.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Asep menegaskan bahwa tema Hari Lahir Pancasila 2026 mengandung pesan kuat bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga dapat menjadi solusi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah berbagai tantangan global seperti disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa sesuai Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Asep menjelaskan bahwa Pancasila menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sangat relevan sebagai instrumen diplomasi dalam menjembatani perbedaan serta membantu penyelesaian berbagai konflik internasional.
“Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” katanya.
Lebih lanjut, Plt. Bupati Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan serta membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, semangat persatuan, dan kemanusiaan.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, maupun pemerintahan.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” tutup Asep Surya Atmaja.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Bekasi menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila secara konsisten, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan. (Red)





.jpeg)



