Ket.foto : Karya Ati Maraka dikenakan pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) 2026 di Bandung
Kabupaten Bekasi – Karya fesyen berkelanjutan kembali menjadi sorotan dalam ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJB) yang merupakan rangkaian menuju West Java Sharia Economic Festival (WJSEF). Pada kesempatan tersebut, desainer Ati Maraka mempersembahkan koleksi bertajuk "Rimba Pesisir", sebuah karya yang mengangkat kekayaan alam, budaya, serta semangat pelestarian lingkungan dari Kabupaten Bekasi ujarnya Ati Maraka kepada awak media liputanbhagasasi.com via selular, Sabtu (27/06/2026).
Koleksi "Rimba Pesisir" menjadi representasi harmonisasi antara alam dan budaya lokal. Terinspirasi dari pertemuan dua ekosistem yang saling menghidupi, yakni hutan mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Bekasi dan beragam flora yang tumbuh subur di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi, koleksi ini menghadirkan filosofi tentang kehidupan yang tumbuh selaras dengan alam.
Melalui sentuhan tangan kreatif desainer Ati Maraka, setiap busana memadukan keindahan batik mangrove dengan teknik ecoprint, sehingga menghasilkan motif yang unik dan tidak pernah sama di setiap lembar kain.
Dalam koleksi tersebut, batik mangrove menghadirkan warna-warna alami yang diperoleh melalui proses pewarnaan ramah lingkungan. Sementara itu, teknik ecoprint merekam jejak autentik dedaunan dan berbagai jenis tumbuhan menjadi motif artistik yang mencerminkan kekayaan biodiversitas Kabupaten Bekasi.
Keunikan inilah yang menjadikan setiap busana memiliki karakter tersendiri sekaligus membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami ingin menghadirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai edukasi tentang pentingnya menjaga alam melalui proses produksi yang berkelanjutan," ungkap Designer Ati Maraka.
Mengusung Tema "Roots of Harmony"
Mengangkat tema besar "Roots of Harmony: A Celebration of Nature, Heritage, and Sustainability", koleksi "Rimba Pesisir" diwujudkan dalam siluet kebaya modern bergaya casual elegant ready to wear deluxe.
Desain tersebut dirancang agar tetap nyaman dikenakan dalam berbagai kesempatan tanpa meninggalkan kesan elegan dan eksklusif. Perpaduan warna-warna alami, detail motif tumbuhan, serta sentuhan modern menjadikan koleksi ini mampu menggambarkan sosok perempuan Indonesia yang anggun, percaya diri, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan bumi.
Setiap detail busana juga memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat dikemas secara inovatif sehingga tetap relevan dengan perkembangan industri fesyen masa kini.
Kehadiran koleksi "Rimba Pesisir" sekaligus menjadi bentuk promosi potensi daerah Kabupaten Bekasi yang tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi juga memiliki kekayaan alam, budaya, serta potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Melalui karya tersebut, Kabupaten Bekasi menghadirkan perpaduan harmonis antara warisan budaya lokal, keindahan alam pesisir, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Busana hasil rancangan Ati Maraka yang dikenakan dalam ajang tersebut juga memperlihatkan bagaimana produk lokal mampu bersaing di panggung fesyen nasional dengan tetap mengedepankan identitas daerah.
Menurut Ati Maraka, fesyen tidak hanya menjadi media berekspresi, tetapi juga sarana menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Melalui koleksi "Rimba Pesisir", dirinya ingin mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami dan proses produksi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Kabupaten Bekasi menghadirkan perpaduan antara warisan budaya, keindahan alam, dan semangat berkelanjutan yang dibalut dalam pesan elegan dan membanggakan. Merawat alam, melestarikan budaya, dan menenun masa depan dalam setiap helai karyanya," ujar Designer Ati Maraka.
Koleksi "Rimba Pesisir" menjadi bukti bahwa inovasi di bidang fesyen mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Bekasi kepada masyarakat luas.
Dengan mengangkat potensi batik mangrove dan ecoprint, karya ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis budaya dan lingkungan, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan warisan lokal melalui inovasi yang berkelanjutan. (Red)





.jpeg)



