• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Satu Bulan Menuju Rakernas XVIII APEKSI 2026, Kota-Kota di Indonesia Bersiap Hadiri Forum Strategis Nasional di Medan

    Liputanbhagasasi
    Sabtu, 30 Mei 2026, 12:58 WIB Last Updated 2026-05-30T05:58:42Z
    Ket.foto : Pelaksanaan RAKERNAS APEKSI 2026 hitungan waktu

    Liputanbhagasasi.com - Jakarta, Kantor Berita LBN - Hitung mundur menuju pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) resmi dimulai. Memasuki satu bulan menjelang pelaksanaan kegiatan, APEKSI mengajak seluruh pemerintah kota di Indonesia untuk segera mendaftarkan delegasinya dan berpartisipasi dalam berbagai agenda strategis yang akan berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara.

    Mengusung tema besar “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas XVIII APEKSI 2026 tidak hanya menjadi forum koordinasi antar pemerintah kota, tetapi juga wadah kolaborasi, inovasi, investasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan peran generasi muda dan perempuan dalam pembangunan perkotaan.


    Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai 28 Juni hingga 3 Juli 2026 dengan melibatkan kepala daerah, perangkat daerah strategis, pelaku usaha, komunitas lingkungan, organisasi perempuan, hingga generasi muda dari 98 kota anggota APEKSI.


    Kegiatan diawali dengan program Youth City Changers (YCC) yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juni 2026. Program ini mengusung tema “Orang Muda Tangguh untuk Indonesia” dan menghadirkan delegasi pemuda dari 98 kota di Indonesia.


    Pada hari pertama, peserta akan mengikuti registrasi, pembukaan, dan talkshow bertema Kota Tangguh di kawasan LePolonia Medan. Hari kedua diisi berbagai aktivitas kolaboratif, eksplorasi budaya lokal, hingga malam ekspresi yang mempertemukan kreativitas pemuda dari berbagai daerah.


    Sementara pada hari ketiga, para peserta akan melakukan aksi lingkungan dan kegiatan sosial di sejumlah lokasi di Kota Medan sebelum mengikuti sesi apresiasi dan penutupan program.


    Program YCC menjadi salah satu upaya APEKSI dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan bagi pembangunan kota yang berkelanjutan.


    Selain kegiatan kepemudaan, Rakernas XVIII APEKSI juga menghadirkan sejumlah forum sektoral yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dari seluruh Indonesia.


    Forum Pangan akan membahas strategi memperkuat ketahanan pangan melalui tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara Forum Lingkungan Hidup mengangkat tema percepatan penurunan emisi gas rumah kaca melalui komitmen dan aksi nyata pemerintah daerah.


    Tidak kalah penting, Forum Bappeda akan mengulas hubungan keuangan pusat dan daerah dalam momentum revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah yang menjadi perhatian banyak pemerintah kota.


    Berbagai forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan gagasan inovatif yang dapat diterapkan di masing-masing daerah.


    Agenda utama Rakernas XVIII APEKSI akan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Grand City Hall Medan. Forum tersebut akan mempertemukan wali kota dari seluruh Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis perkotaan, penguatan otonomi daerah, pelayanan publik, transformasi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.


    Pada saat yang sama, digelar pula Ladies Program yang menghadirkan Ketua TP PKK dan Dekranasda dari berbagai kota dengan tema “Bangkit Berdaya: Perempuan Tangguh, Percaya Diri dan Bersinar.”


    Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman dan penguatan peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah serta pemberdayaan masyarakat.


    Malam harinya, peserta akan mengikuti jamuan makan malam dan penutupan Gelang Melayu Serumpun (GEMES) yang menampilkan kekayaan budaya Sumatera Utara.


    Memasuki 2 Juli 2026, sejumlah agenda strategis kembali digelar. Forum Komunikasi Digital (Komdigi) mengangkat tema “Digital Insights Better Governance” yang membahas pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan.


    Sementara Forum Bisnis dan Investasi menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan karena mempertemukan pemerintah kota dengan investor dan pelaku usaha dalam upaya memperluas peluang investasi daerah.


    Selain itu, kegiatan olahraga bersama dan penanaman pohon akan menjadi simbol komitmen pemerintah kota terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.


    Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI akan mencapai puncaknya pada 3 Juli 2026 melalui Karnaval Budaya yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.


    Mengusung tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”, karnaval ini akan menjadi ajang promosi budaya, pariwisata, dan identitas daerah di hadapan peserta dari seluruh Indonesia.


    Pada hari yang sama juga akan dilaksanakan penutupan Indonesia City Expo (ICE) yang selama pelaksanaan Rakernas menjadi etalase berbagai inovasi, produk unggulan, layanan publik, dan potensi investasi dari kota-kota anggota APEKSI.


    Berbagai penghargaan akan diberikan kepada peserta terbaik, termasuk kategori stan terbaik, pentas seni terbaik, hingga karnaval budaya terbaik.


    Melalui publikasi resmi yang disampaikan panitia, APEKSI mengingatkan seluruh pemerintah kota untuk segera melakukan registrasi dan menyiapkan delegasi terbaiknya.


    Partisipasi aktif setiap kota dinilai penting karena Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis nasional yang menjadi ruang bertukar gagasan, memperkuat jejaring kerja sama, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan di Indonesia.


    Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna mewujudkan kota-kota yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang maju. (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini