Mukot VI Kadin Kota Bekasi dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Wali Kota Bekasi Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si., Ketua DPRD Kota Bekasi Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., serta Ketua Umum Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi. Turut hadir tokoh agama, tokoh masyarakat, para pengusaha, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi atas terselenggaranya Mukot VI Kadin Kota Bekasi yang dinilai menjadi wadah strategis memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, kemajuan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari dunia usaha, legislatif, serta masyarakat.
“Kita harus sepakat bersatu. Pemerintah Kota Bekasi siap mendukung penuh program-program Kadin yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan investasi di kota ini,” ujar Harris Bobihoe di hadapan peserta musyawarah.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi terus membuka ruang kerja sama dengan pelaku usaha guna menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menyampaikan komitmen DPRD dalam mendukung kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah. Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah yang harus mendapatkan perhatian serius.
“DPRD Kota Bekasi siap menjadi mitra dalam menyusun regulasi yang ramah investasi dan melindungi pelaku usaha kecil-menengah,” kata Sardi Efendi.
Ia juga berharap Kadin dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha dalam menyampaikan berbagai aspirasi maupun tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Ketua Umum Kadin Jawa Barat Almer Faiq Rusydi dalam arahannya menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin dinamis. Ia menilai Mukot VI menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Kadin Kota Bekasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kita dorong kolaborasi yang konkret antara pengusaha besar, UMKM, pemerintah, dan akademisi. Hanya dengan bersatu kita bisa menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” tegas Almer.
Dalam forum tersebut, peserta musyawarah menyepakati sejumlah program prioritas guna memperkuat ekosistem UMKM di Kota Bekasi. Beberapa program strategis yang menjadi fokus antara lain peningkatan akses permodalan, pelatihan digitalisasi bagi pelaku UMKM, pengembangan kemitraan antara UMKM dengan industri besar di Bekasi, serta advokasi kebijakan yang mendukung kemudahan berusaha dan perlindungan pasar lokal.
Selain itu, Kadin Kota Bekasi juga akan mendorong program kolaborasi bersama pemerintah daerah untuk memperluas promosi produk-produk UMKM Bekasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Mukot VI juga membahas agenda organisasi, termasuk pemilihan kepengurusan baru Kadin Kota Bekasi untuk periode mendatang. Seluruh peserta sepakat menjaga semangat persatuan dan kebersamaan dalam menentukan kepemimpinan organisasi, baik melalui mekanisme aklamasi maupun proses yang disepakati bersama.
Suasana musyawarah berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat kolaboratif. Para peserta berharap kepengurusan baru nantinya mampu membawa Kadin Kota Bekasi menjadi organisasi yang lebih solid, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan ramah tamah dan silaturahmi antar peserta.
Dengan mengusung semangat “Sepakat Bersatu”, Kadin Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat Kota Bekasi. (Bachtiar/Red)


.png)






