Insiden tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya rangkaian PLB 5568A (CL relasi KPB–CKR) oleh PLB 4B, yakni KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Peristiwa ini berdampak langsung terhadap operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut, yang sempat mengalami gangguan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kejadian ini. Ia menegaskan bahwa KAI langsung mengambil langkah cepat untuk menangani situasi di lapangan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto dalam keterangannya.
Sejumlah petugas gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan lokasi, evakuasi rangkaian, serta memastikan keselamatan penumpang dan petugas. KAI juga berkoordinasi intensif dengan pihak terkait guna mempercepat proses pemulihan jalur dan layanan perjalanan kereta api.
Sebagai langkah pengamanan, KAI untuk sementara menonaktifkan aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan area emplasemen Bekasi Timur. Kebijakan ini diambil guna mendukung proses evakuasi dan mencegah potensi bahaya lanjutan di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam proses investigasi lebih lanjut. Selain itu, jumlah perjalanan kereta api yang terdampak juga masih dalam tahap pendataan oleh pihak KAI.
KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat jalur Bekasi merupakan salah satu lintas tersibuk di wilayah Jabodetabek dengan mobilitas tinggi setiap harinya. Upaya percepatan pemulihan diharapkan dapat segera mengembalikan kelancaran perjalanan kereta api dan meminimalisir dampak terhadap para pengguna jasa. (Red)


.png)






