Asep tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung memasuki gedung utama rumah sakit. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD CAM dr. Sudirman, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi dr. dr. Hj. Sri Enny Mainarti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Arief Kurnia, Kepala Dinas Sosial Alamsyah, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pasien dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
Selain meninjau kondisi pelayanan, Plt. Bupati Asep juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan. Ia memastikan bahwa kebutuhan medis dan psikologis korban terpenuhi selama masa pemulihan.
Dari data yang dihimpun, saat ini terdapat 11 warga Kabupaten Bekasi yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD CAM Kota Bekasi. Beberapa di antaranya menunjukkan perkembangan positif dan telah diizinkan pulang.
“Yang dirawat di RSUD Kota Bekasi saat ini tinggal 11 pasien, satu di antaranya masih menjalani operasi. Yang lain sudah mulai pulih, bahkan ada yang sudah diperbolehkan pulang,” ujar Asep kepada awak media.
Ia menambahkan, sebagian pasien masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi serta membutuhkan pendampingan secara psikologis akibat trauma pascakejadian.
“Insya Allah akan ada pemulihan. Ada beberapa pasien pascaoperasi, dan secara psikologis memang masih kaget. Ada juga yang masih dalam observasi. Untuk yang luka ringan, akan segera dipulangkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah memberikan santunan kepada para korban. Untuk korban selamat, bantuan telah disalurkan sebagai bentuk perhatian pemerintah. Sementara itu, bagi korban meninggal dunia, diberikan santunan sebesar Rp20 juta.
Diketahui, terdapat 12 warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban dalam insiden tabrakan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur tersebut. Secara keseluruhan, jumlah korban dalam peristiwa ini mencapai 16 orang.
Sebagai langkah lanjutan, Asep memastikan bahwa RSUD Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cibitung siap memfasilitasi kontrol lanjutan bagi para korban yang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
“Kalau pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, untuk kontrol selanjutnya bisa dilakukan di RSUD Kabupaten Bekasi,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus mendampingi para korban hingga pulih sepenuhnya, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental, serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan secara maksimal. (Bachtiar/Red)


.png)






