Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja muda terus digencarkan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri. Hal ini tercermin dalam kegiatan Diskusi Strategi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Siswa Tingkat SMK yang digelar di Hotel Antero Jababeka, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara PT Jababeka Infrastruktur dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan sekolah menengah kejuruan (SMK), dunia usaha dan industri (DUDI), hingga pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah III Bekasi, Dr. Rina Parlina, S.I.P., M.M., menegaskan pentingnya transformasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Menurutnya, SMK harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia industri.
“Link and match antara SMK dan industri harus benar-benar diimplementasikan secara konkret, bukan sekadar konsep. Kurikulum perlu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja, termasuk peningkatan kompetensi guru dan fasilitas praktik yang memadai,” ujar Dr. Rina.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan soft skills seperti disiplin, komunikasi, dan etos kerja menjadi faktor penting yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa SMK agar mampu bersaing di dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Drs. Hj. Ida Farida, M.Si., menyoroti tingginya angka pengangguran terbuka, khususnya dari lulusan usia produktif. Ia menyebut bahwa salah satu tantangan utama adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
“Kami terus mendorong program pelatihan berbasis kompetensi serta memperluas kerja sama dengan kawasan industri seperti Jababeka. Harapannya, lulusan SMK bisa langsung terserap ke dunia kerja tanpa harus melalui proses panjang,” ungkap Ida Farida.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah mengembangkan berbagai program strategis, seperti job matching, pelatihan vokasi, hingga pemagangan industri untuk menjembatani lulusan SMK dengan perusahaan.
Perwakilan dari PT Jababeka Infrastruktur dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen dunia industri dalam mendukung peningkatan kualitas SDM lokal. Jababeka, sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai.
“Kami membuka ruang kolaborasi yang luas dengan SMK, mulai dari penyusunan kurikulum bersama, program magang, hingga rekrutmen langsung. Ini penting agar industri tidak lagi kesulitan mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan,” ujar perwakilan PT Jababeka.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta, termasuk kepala sekolah SMK dan praktisi pendidikan. Beberapa isu yang mengemuka antara lain perlunya sertifikasi kompetensi yang diakui industri, peningkatan kualitas guru vokasi, serta penguatan ekosistem pendidikan berbasis industri.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam menyusun strategi bersama guna meningkatkan kualitas lulusan SMK di Kabupaten Bekasi, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, Kabupaten Bekasi optimistis dapat mencetak generasi muda yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di era global. (Bachtiar/Red)









