Dalam sambutannya, Asep menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PDGI yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah yang diemban merupakan tanggung jawab besar, namun ia optimistis para pengurus mampu menjalankan tugas dengan baik berbekal kompetensi dan dedikasi yang dimiliki.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PDGI Kabupaten Bekasi yang hari ini resmi dilantik. Amanah ini bukan hal ringan, tapi saya yakin dengan kompetensi, dedikasi, dan semangat pengabdian yang dimiliki, seluruh pengurus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter gigi di Kabupaten Bekasi dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Berdasarkan data yang ia peroleh dari Dinas Kesehatan, ketersediaan dokter gigi dinilai belum mencukupi, terutama di wilayah tertentu.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3,4 juta jiwa serta status Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan masyarakat yang heterogen, kebutuhan layanan kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut, menjadi sangat penting untuk dipenuhi secara merata.
“Dokter umum mungkin sudah cukup banyak, tapi dokter gigi masih kurang, terutama di wilayah utara seperti Muara Gembong dan sekitarnya,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Asep mendorong PDGI Kabupaten Bekasi agar menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi kedokteran gigi. Ia mengusulkan penempatan dokter gigi internship di daerah-daerah yang masih kekurangan tenaga medis sebagai solusi jangka pendek.
“Kita harapkan ada kerja sama dengan universitas, sehingga dokter gigi internship bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih minim tenaga, seperti di wilayah utara,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran dokter gigi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan gigi dan mulut. Menurutnya, masalah kesehatan gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dalam kesempatan itu, Asep turut mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang telah dilakukan PDGI, termasuk bakti sosial yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan.
“Kami mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan PDGI. Ini merupakan langkah nyata dan positif dalam membantu masyarakat serta meningkatkan akses layanan kesehatan,” katanya.
Ia pun berharap ke depan PDGI dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi, pelayanan kesehatan, serta pemerataan akses layanan kesehatan gigi di Kabupaten Bekasi.
“Ke depan, kita perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan PDGI untuk meningkatkan edukasi, promotif, dan preventif, serta memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PDGI Kabupaten Bekasi, drg. Febrina Roulita Siregar, MKM, menegaskan komitmennya untuk menjadikan PDGI sebagai organisasi profesi yang profesional, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa PDGI Kabupaten Bekasi terus memperkuat peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah daerah dan organisasi profesi lainnya.
“Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan, kami terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Febrina juga mengungkapkan bahwa PDGI aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti penanganan bencana gempa di Cianjur hingga aksi bakti sosial saat banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kami selalu hadir bersama organisasi profesi lain, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, edukasi, hingga trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Ini adalah bentuk kepedulian kami yang tulus kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, sejak awal tahun 2026, PDGI Kabupaten Bekasi telah menjalankan berbagai program inovatif. Salah satunya adalah kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun PDGI pada 12 Januari 2026 yang menyasar anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Wijaya Kusuma, Desa Gandasari, Cikarang Barat.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan, pemeriksaan kesehatan gigi, serta pendekatan pelayanan yang lebih humanis. Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan lintas sektor terhadap upaya peningkatan layanan kesehatan gigi dan mulut di daerah.
Dengan berbagai langkah tersebut, PDGI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. (Novian)


.png)






