Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung cepat dan tuntas dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian dilaporkan pada Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapsiagaan serta koordinasi lintas instansi di lapangan.
“Alhamdulillah, seluruh korban telah berhasil kita evakuasi. Dalam prosesnya, terdapat beberapa korban yang memerlukan penanganan khusus karena posisi terjepit material rangkaian kereta, sehingga evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan tidak memungkinkan penarikan lokomotif secara langsung,” ujar Syafii.
Ia menjelaskan, tim SAR menghadapi tantangan berat akibat kondisi rangkaian kereta yang mengalami deformasi parah pasca benturan. Bahkan, bagian lokomotif dilaporkan masuk ke badan gerbong, menyebabkan sejumlah korban terjebak di dalam struktur material yang rusak.
Situasi tersebut memaksa tim penyelamat menggunakan berbagai metode evakuasi, mulai dari teknik manual hingga penggunaan peralatan hidrolik untuk melakukan ekstrikasi terhadap korban yang terjepit. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan korban sekaligus meminimalisasi risiko bagi petugas di lapangan.
Seluruh korban yang telah dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, selanjutnya diserahkan kepada pihak medis dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk. Sementara itu, proses identifikasi korban kini berada di bawah kewenangan pihak berwenang.
Seiring tidak ditemukannya korban tambahan dalam proses penyisiran lanjutan, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat pun dikembalikan ke satuan masing-masing. Meski demikian, Basarnas menegaskan akan tetap siap melakukan evakuasi lanjutan apabila ditemukan indikasi keberadaan bagian tubuh korban dalam proses berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, mulai dari TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat dan media yang turut membantu kelancaran proses evakuasi.
“Operasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh pihak. Ini merupakan kejadian luar biasa dengan tingkat kesulitan tinggi, namun dapat kita tangani bersama secara optimal,” tutup Syafii. (Dani)





.jpeg)



