• Jelajahi

    Copyright © Liputanbhagasasi
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan





    Operasi SAR Kecelakaan Commuter Line dan KA Argo Anggrek di Bekasi Timur Resmi Ditutup

    Liputanbhagasasi
    Selasa, 28 April 2026, 22:55 WIB Last Updated 2026-05-05T15:57:23Z

    Liputanbhagasasi.com - Kota Bekasi, Kantor Berita LBN - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan dua kereta api yang melibatkan Commuter Line dan KA Argo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur resmi dinyatakan selesai pada Selasa (28/4/2026). Seluruh korban dalam insiden tersebut berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

    Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung cepat dan tuntas dalam waktu kurang dari 12 jam sejak kejadian dilaporkan pada Senin malam sekitar pukul 20.57 WIB. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesiapsiagaan serta koordinasi lintas instansi di lapangan.


    “Alhamdulillah, seluruh korban telah berhasil kita evakuasi. Dalam prosesnya, terdapat beberapa korban yang memerlukan penanganan khusus karena posisi terjepit material rangkaian kereta, sehingga evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan tidak memungkinkan penarikan lokomotif secara langsung,” ujar Syafii.


    Ia menjelaskan, tim SAR menghadapi tantangan berat akibat kondisi rangkaian kereta yang mengalami deformasi parah pasca benturan. Bahkan, bagian lokomotif dilaporkan masuk ke badan gerbong, menyebabkan sejumlah korban terjebak di dalam struktur material yang rusak.


    Situasi tersebut memaksa tim penyelamat menggunakan berbagai metode evakuasi, mulai dari teknik manual hingga penggunaan peralatan hidrolik untuk melakukan ekstrikasi terhadap korban yang terjepit. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan korban sekaligus meminimalisasi risiko bagi petugas di lapangan.


    Seluruh korban yang telah dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, selanjutnya diserahkan kepada pihak medis dan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk. Sementara itu, proses identifikasi korban kini berada di bawah kewenangan pihak berwenang.


    Seiring tidak ditemukannya korban tambahan dalam proses penyisiran lanjutan, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat pun dikembalikan ke satuan masing-masing. Meski demikian, Basarnas menegaskan akan tetap siap melakukan evakuasi lanjutan apabila ditemukan indikasi keberadaan bagian tubuh korban dalam proses berikutnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, mulai dari TNI, Polri, PT KAI, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat dan media yang turut membantu kelancaran proses evakuasi.


    “Operasi berjalan lancar berkat sinergi seluruh pihak. Ini merupakan kejadian luar biasa dengan tingkat kesulitan tinggi, namun dapat kita tangani bersama secara optimal,” tutup Syafii. (Dani)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini