Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan di Jawa Barat saat ini mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebut, fokus pembangunan tidak lagi hanya pada infrastruktur jalan, tetapi juga pada penyediaan sarana pendidikan yang memadai.
“Di era sekarang terjadi lonjakan pembangunan di bidang pendidikan, bukan jalan saja. Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi masa depan,” ujar Dedi.
Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan pembangunan sekolah-sekolah baru tersebut bersumber dari pendapatan daerah, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak daerah lainnya, serta hasil efisiensi belanja pemerintah. Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tepat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Pemprov Jawa Barat telah membangun sebanyak 12 unit sekolah baru dengan total anggaran mencapai Rp102,6 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024. Pembangunan tersebut menjadi langkah konkret dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026, Pemprov Jabar kembali merencanakan pembangunan 24 unit sekolah baru yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Tahun ini, Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru. Pembangunan ini diproyeksikan dapat menambah daya tampung sekitar 5.000 peserta didik,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh fasilitas yang dibangun tersebut ditargetkan mulai dapat dimanfaatkan pada tahun 2027, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan menengah yang berkualitas.
Adapun rincian pembangunan USB pada tahun 2026 meliputi 17 SMA negeri, 4 SMK negeri, dan 3 SLB negeri. Dengan komposisi tersebut, Pemprov Jabar tidak hanya fokus pada pendidikan umum, tetapi juga pendidikan kejuruan serta layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Peresmian SMAN 3 Jonggol ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pemerataan pendidikan di Jawa Barat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. (Red)


.png)






