Liputanbhagasasi.com - Kabupaten Bekasi, Kantor Berita LBN - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Adelia Paramitha Kardin, S.T., mendorong para pencari kerja di wilayah Kabupaten Bekasi untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya soft skill, agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan Adelia saat melaksanakan kegiatan serap aspirasi (reses) Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kampung Bojong Koneng, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Adelia menyoroti tingginya persaingan di dunia kerja yang menjadi salah satu kendala utama masyarakat dalam memperoleh pekerjaan. Menurutnya, bukan semata karena minimnya lowongan, tetapi juga karena jumlah pencari kerja yang jauh lebih besar.
“Selama ini memang masyarakat cukup kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Sebetulnya lowongan tidak sedikit, hanya saja yang mencari kerja jauh lebih banyak. Karena itu kita harus tetap semangat dan meningkatkan soft skill kita,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai fasilitas pendukung, seperti Balai Latihan Kerja (BLK), sebenarnya telah tersedia. Namun, masih terdapat kendala dalam hal publikasi dan penyebaran informasi, sehingga belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Adelia pun mengajak para pencari kerja untuk lebih aktif dalam mencari informasi peluang kerja, baik melalui kegiatan resmi maupun platform digital.
“Menurut saya kegiatan job fair yang rutin dilaksanakan oleh Disnaker cukup efektif. Selain itu, informasi lowongan kerja juga banyak tersedia di media sosial yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi, Agung Jaya, mengajak masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai wadah menyampaikan aspirasi, baik terkait infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, maupun pembangunan daerah.
“Silakan sampaikan hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat, terutama yang bersifat krusial. Nanti akan kami jembatani ke dinas terkait. Jangan lupa juga untuk melengkapi dengan proposal pengajuan,” ujarnya.
Agung berharap, aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga Kecamatan Cikarang Barat dan Desa Telaga Murni.
Di sisi lain, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan, mengakui bahwa angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi. Berdasarkan data, tingkat pengangguran mencapai sekitar 8,78 persen atau setara dengan 143 ribu orang.
Untuk itu, Disnaker terus berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai program kolaboratif bersama stakeholder, termasuk penyediaan pelatihan kerja dan penyebaran informasi lowongan.
“Para pencari kerja dapat mengakses website Disnaker untuk mendapatkan informasi terbaru terkait lowongan kerja. Selain itu, lulusan SMA dan SMK juga sudah mulai dipersiapkan agar siap menghadapi dunia industri,” jelasnya.
Fuad juga menambahkan, program pelatihan tenaga kerja direncanakan akan kembali dilaksanakan pada bulan Agustus atau memasuki triwulan ketiga tahun 2026.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan optimal, sehingga mampu menekan angka pengangguran dan membuka lebih banyak peluang kerja di Kabupaten Bekasi. (Red)


.png)






